x

Desa Ketawang Karay (1): Warga Shalat Idul Adha Lebih Awal, karena Toga dan Kearifan Lokal

waktu baca 2 menit
Minggu, 16 Jun 2024 04:20 0 41 detektif_jatim

ALIYA, SUHAL, SUMENEP

Desa Ketawang Karay, Kecamatan Ganding, Kabupaten Sumenep, Provinsi Jawa Timur, selalu memiliki keunikan tersendiri dalam aspek keagamaan. Salah satunya, shalat Idul Adha 1445 Hijriyah

Merujuk pada kearifan lokal setempat sejak puluhan tahun warga Desa setempat, khususnya warga Dusun Sobuk dan sekitarnya melaksanakan hari raya lebih awal baik itu Idul Fitri maupun Idul Adha

Tradisi tersebut terjadi turun temurun tanpa terusik ketetapan pemerintah ataupun ormas keagamaan lainnya.

“Kalau saya tidak banyak tau, cuma setau saya sudah dulu pelaksanaan hari raya ikut pondok pesantren Karay,” ucap Suhal, warga Dusun Sobuk di kediaman pada Minggu (16/06/24)

Sebagian besar warga Dusun Sobuk lebih mengikuti anjuran pemuka agama dari pada ketetapan pemerintah. Pemuka agama dimaksud adalah pengasuh pondok pesantren (Ponpes) Somber Sokon atau (Ponpes) Al Karawi

“Karena mayoritas warga Dusun Sobuk banyak alumni santri ponpes Karay, jadi mungkin sebagai bentuk pengabdiannya makanya ikut ponpes Karay,” lanjut Suhal.

Meskipun berbeda hari pelaksanaan, namun silaturahmi warga Dusun Sobuk dan sekitarnya tetap terjalin dengan baik.

Disisi lain, seekor sapi qurban warga Dusun setempat ngamuk. Dikarenakan sapi tersebut tidak pernah keluar dari kandangnya. Sehingga pengikat tali hampir putus, sementara penyembelih dibawa kabur.

Insiden tersebut terjadi usai sholat idul adha di area Masjid setempat. Petugas penyembelih Nasammudin mengatakan jika sapi tersebut selalu ingin kabur, biasanya karena jarang keluar dari kandangnya

“Sapi ini takut sama orang-orang banyak. Ini biasanya disebabkan karena sapinya jarang keluar,” ucapnya kepada wartawan detektifjatim.com sambil pegang pisau

Pihaknya sebelum itu sudah khawatir, sapi yang akan disembelih takut ada kesulitan karena banyak terjadi sapi qurban kabur saat mau disembelih waktu qurban.

“Makanya saya khawatir kalau sapi jarang keluar. Apalagi mau disembelih biasanya agak sulit,” terka dia

Namun sapi yang hampir kabur itu bisa tertangani karena tali yang sudah terikat dengan tepat dan rapat

“Untung talinya ini kuat. Seandainya tidak kuat, sudah kabur sapinya ini,” ucapnya sambil bercanda (hal/lia/adi)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x