x

Mahasiswa STAI Al-Hamidiyah Bangkalan Keluhkan Dugaan Pemotongan Dana KIP Kuliah, Ketua: Hanya Kesalahpahaman Regulasi

2 minutes reading
Wednesday, 29 Apr 2026 14:17 21 detektif_jatim

BANGKALAN, detektifjatim.com Dugaan pemotongan dana Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah mencuat di STAI Al-Hamidiyah Bangkalan. Bantuan pendidikan yang seharusnya menjadi penopang biaya kuliah dan kebutuhan hidup mahasiswa itu, disebut tidak diterima secara utuh oleh sejumlah penerima.

Keluhan muncul setelah mahasiswa membandingkan nominal bantuan yang semestinya diterima dengan dana yang masuk ke rekening mereka. Dari total Rp6.800.000, mahasiswa mengaku hanya menerima sekitar Rp3.000.000.

“Harusnya Rp6,8 juta, tapi yang kami terima cuma Rp3 juta. Tidak ada penjelasan rinci soal potongan itu,” ujar salah satu mahasiswa penerima KIP yang enggan disebutkan namanya.

Berdasarkan data sementara yang dihimpun, sedikitnya 32 mahasiswa penerima KIP di kampus tersebut diduga mengalami hal serupa. Selisih yang mencapai sekitar Rp3.800.000 per mahasiswa itu memicu tanda tanya besar di kalangan penerima bantuan.

Para mahasiswa pun mempertanyakan transparansi pengelolaan dana yang sejatinya merupakan hak mereka sebagai penerima program bantuan dari pemerintah.

“Kami hanya ingin kejelasan. Kalau memang ada potongan, harusnya dijelaskan secara terbuka untuk apa,” kata mahasiswa lainnya.

Program KIP Kuliah sendiri dirancang untuk membantu mahasiswa dari keluarga kurang mampu agar tetap dapat melanjutkan pendidikan tinggi tanpa terbebani biaya. Bantuan ini mencakup biaya pendidikan serta dukungan biaya hidup yang seharusnya disalurkan sesuai ketentuan. Mahasiswa menerima KIP per 6 bulan sekali.

Namun, kondisi yang dialami mahasiswa di STAI Al-Hamidiyah Bangkalan justru memunculkan dugaan adanya ketidaksesuaian dalam penyaluran dana tersebut.

Menanggapi hal tersebut, ketua STAI Al-Hamidiyah Bangkalan, Ahmadi mengatakan dugaan tersebut hanya kesalahpahaman regulasi dan sudah diselesaikan.

“Itu hanya kesalahpahaman terkait regulasi dan itu sudah selesai,” ucapnya singkat saat dikonfirmasi melalui pesan Whatsapp, Rabu (29/04/2016).

Namun saat ditanya lebih lanjut terkait regulasi yang dimaksud, Ia enggan menjawab dan hanya membaca pesan yang dikirim. (san/ady)

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

LAINNYA
x