x

PMII Soroti Festival “Bangkalan Waktu Ngopi”, Nilai Dishub Belum Tuntaskan Persoalan Parkir dan PJU

waktu baca 3 menit
Kamis, 11 Jun 2026 18:30 57 detektif_jatim

BANGKALAN, detektifjatim.com Rencana penyelenggaraan Festival “Bangkalan Waktu Ngopi” yang digelar Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bangkalan menuai sorotan dari kalangan mahasiswa.

Pengurus Komisariat PMII STKIP PGRI Bangkalan menilai instansi tersebut seharusnya lebih fokus menyelesaikan berbagai persoalan transportasi dan pelayanan publik yang masih menjadi keluhan masyarakat.

Ketua Komisariat PMII STKIP PGRI Bangkalan, Husnul, mengatakan hingga saat ini masih banyak persoalan yang belum mendapat penanganan maksimal. Mulai dari penataan parkir berlangganan yang dinilai belum tertib, banyaknya lampu penerangan jalan umum (PJU) yang mati, hingga lemahnya pengawasan lalu lintas di sejumlah titik.

Menurutnya, berbagai persoalan tersebut lebih mendesak untuk diselesaikan dibanding menggelar kegiatan yang tidak berkaitan langsung dengan tugas pokok dan fungsi Dinas Perhubungan.

“Masyarakat masih mengeluhkan parkir yang semrawut, banyak PJU yang tidak berfungsi, hingga pengawasan lalu lintas yang belum maksimal. Seharusnya itu yang menjadi fokus utama Dishub,” ujar Husnul, Kamis (11/6/2026).

Ia menilai Festival “Bangkalan Waktu Ngopi” yang akan digelar pada 12–14 Juni 2026 di halaman Kantor Dishub Bangkalan lebih berorientasi pada hiburan dan kegiatan komunitas. Padahal, menurutnya, masih banyak persoalan transportasi yang membutuhkan perhatian serius dari pemerintah daerah.

Husnul mengungkapkan, pihaknya sebelumnya telah melakukan audiensi dengan Dishub Bangkalan untuk menyampaikan sejumlah aspirasi masyarakat terkait parkir, penerangan jalan, hingga pengawasan kendaraan di jalan raya.

Dalam pertemuan tersebut, Dishub disebut menyatakan komitmen untuk menindaklanjuti berbagai persoalan yang disampaikan. Namun, munculnya agenda festival justru menimbulkan pertanyaan mengenai skala prioritas instansi tersebut.

“Kami tidak mempermasalahkan kegiatan kreatif atau pemberdayaan UMKM. Namun yang kami pertanyakan adalah prioritasnya. Ketika banyak persoalan transportasi belum selesai, masyarakat tentu berharap Dishub lebih fokus pada tugas utamanya,” katanya.

Menanggapi kritik tersebut, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bangkalan, Moh Hasan Faisol, menegaskan bahwa pelaksanaan Festival “Bangkalan Waktu Ngopi” tidak mengganggu pelayanan maupun tugas pokok Dishub.

Menurut Faisol, kegiatan tersebut juga mengandung pesan edukatif mengenai pentingnya beristirahat bagi pengemudi untuk menjaga konsentrasi saat berkendara.

“Persiapan sesempurna apa pun kalau kita tidak ngopi, tidak rehat sejenak, pasti ada yang kurang fokus. Pasti ada hal-hal yang bisa merugikan pengemudi lain maupun pengguna jalan lainnya,” ujarnya.

Terkait keluhan mengenai PJU dan persoalan lainnya, Faisol meminta agar laporan yang disampaikan disertai data dan lokasi yang jelas sehingga dapat segera ditindaklanjuti oleh pihaknya.

“Masalah PJU yang mana yang mati? Coba datanya diperlihatkan. Jangan asal menyampaikan,” katanya.

Ia juga membantah anggapan bahwa festival tersebut menggunakan anggaran pemerintah daerah. Menurutnya, kegiatan itu sepenuhnya diselenggarakan oleh pihak ketiga melalui kerja sama dengan event organizer (EO).

“Bangkalan Waktu Ngopi tidak ada anggaran dari Dishub,” tegas Faisol.

Ia menjelaskan seluruh biaya pelaksanaan kegiatan berasal dari sponsor yang dihimpun oleh penyelenggara.

“Penyelenggaraannya oleh EO. Sumber dananya dari sponsor yang dikelola oleh EO,” pungkasnya. (San)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x