x

Setelah Bandar Proppo Ketangkap, Narkoba Meningkat, Bocah Ikut Terjerat

waktu baca 2 menit
Jumat, 5 Jul 2024 13:35 0 17 detektif_jatim

PAMEKASAN, detektifjatim.com – Tertangkpanya bandar narkoba asal Kecamatan Proppo berinisial BD, tidak membuat narkoba di Pamekasan redup. Buktinya, narkoba semakin meningkat, bocah ikut terjerat

Sebelumnya, Polda Jawa Timur diduga mengamankan BD, Bandar Narkoba terbesar Pamekasan, Kamis (16/05/2024) pagi. Warga Desa Jembringin, Kecamatan Proppo, Pamekasan Jawa Timur itu, diringkus dirumahnya.

Kapolres Pamekasan AKBP Jazuli Dani Irawan melalui Kasat Narkoba AKP Andri Setya Putra mengatakan, jumlah pemuda yang terjerat narkoba terus meningkat dalam beberapa bulan terakhir. Sebanyak 21 tersangka dengan 16 kasus penyalahgunaan narkoba rata-rata berusia 20 tahun.

“Saya bertugas disini belum dua bulan. Alhamdulillah sudah 21 tersangka dengan 16 kasus. Dan rata-rata dari mereka berumur 20 tahun, atau dibawah umur 30 tahun,” katanya.

Lebih parah lagi, kata Andri, dari para tersangka terdapat pemuda yang masih berusia dibawah umur yakni 15 tahun. Dia juga mendapati satu tersangka yang merupakan residivis yang baru keluar dari tahanan.

“Ada yang masih di bawah umur, usianya 15 tahun. Juga ada yang baru keluar dari tahanan dan menjual lagi barang haram itu,” tutupnya.

Andri menambahkan dalam kurun waktu dua bulan, Satresnarkoba Polres Pamekasan berhasil menggagalkan peredaran narkoba dalam jumlah kecil hingga besar di Bumi Gerbang Salam. Jaringan perdagangan narkoba yang menjual barang haram tersebut rata-rata caranya semakin canggih dan sulit terdeteksi.

“Para pengguna bahkan pengedar sekarang pintar-pintar semua, sehingga kita terkadang juga mengalami kewalahan untuk mengungkap kurir itu,” ungkap AKP Andri Setya Putra, Jumat (05/07/24).

Andri menambahkan, pemakaian narkoba tidak hanya berdampak buruk terhadap kesehatan fisik penggunanya. Tetapi juga merusak kemampuan mental, emosional, dan sosial mereka.

“Kami menghimbau agar pemerintah dan berbagai lembaga terkait terus menggalakkan kampanye anti-narkoba melalui program-program pendidikan, rehabilitasi, serta penegakan hukum yang lebih ketat terhadap para pengguna dan pengedar narkoba,” harapnya

Upaya bersama itu diharapkan dapat mengurangi angka penyalahgunaan narkoba di kalangan pemuda dan membangun generasi muda yang sehat, produktif, dan berdaya saing tinggi. (udi/ady)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x