(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
x

Laboratorium Pengkaderan PMII Sebagai Sarana Pengembangan Potensi dan Keahlian Kader

5 minutes reading
Tuesday, 2 Apr 2024 03:48 0 18 detektif_jatim

Detektifjatim.com – Menyadari bahwa Posisi PMII yang merupakan bagian besar di IAIN Madura dalam aspek pengembangan sumber daya manusia tentu perlu disadari bahwa PMII memiliki tanggung jawab besar atas kontrol sosial dilingkungan kampus, tidak hanya itu bahkan PMII IAIN Madura juga bagian dari laboratorium pengkaderan PMII Pamekasan. Yang tidak bisa dipungkiri bahwa secara kuantitas PMII IAIN Madura terbanyak se kabupaten pamekasan. Maka atas dasar itulah PMII IAIN Madura tidak bisa menghindar dari proses internalisasi nilai pendidikan, budaya sosial dan politik. Apalagi posisi geografis IAIN Madura yang sangat strategis sebagai kampus PTKIN satu-satunya di Madura. Jika PMII IAIN Madura tidak ikut andil dalam pengembangan sumberdaya manusia yang ada di kampus, maka PMII akan kehilangan banyak peran lainnya dan hanya akan menjadi bagian kecil dalam pentas pengembangan sumberdaya manusia dan kontrol sosial jika sumberdaya anggota PMII sendiri tidak dibenahi dan tidak ditingkatkan guna menyokong terhadap kemajuan kampus. Disinilah urgensi PMII sebagai organisasi kaderisasi bahwa secara keseluruhan kemajuan PMII harus dimulai dengan siapnya surberdaya manusia yang berbasis potensi dan keahlian yang dimiliki setiap anggota dan kadernya.

Oleh karena itu, PMII perlu melihat IAIN Madura dalam dimensi dan ruang yang lebih besar lagi yaitu miniature country. Dengan melihat IAIN Madura sebagai kampus PTKIN satu-satunya di Madura dan juga bagian dari sistem pemerintah yang terus berjalan, kita dapat mengenali relasi apa yang sedang terjadi dalam sebuah sistem pengembangan sumberdaya manusia di kampus. Dengan begitu PMII dapat mengambil peranan penting dalam upaya mengenali relasi dan menelaah peluang dalam menata kemajuan kampus dan organisasi. Disamping itu kita sebagai kader PMII dapat melihat pola-pola yang digunakan oleh sistem tersebut untuk membangun kolaborasi dalam rangka menyatukan visi yaitu melahirkan intelektual progresif, katakanlah kita perlu melihat dengan perspektif sistem pengembangan organisasi PMII ini, lalu bagaimana kita menghubungkan perubahan-perubahan internal PMII dengan sistem kampus itu sendiri?

Sebagai organisasi kaderisasi tentunya kesiapan dalam menata aparatur organisasi selalu dilakukan oleh PMII untuk melihat potensi dan peluang yang mengarah terhadap operasional anggota dan kader itu sendiri, selain itu intensitas pendampingan terhadap anggota dan lembaga PMII juga tidak kalah penting dalam upaya menyiapkan generasi yang bisa didistribusikan terhadap kampus atau bahkan diluar kampus sesuai dengan potensi dan keahlian yang dimiliki oleh kader PMII.

PMII yang dikenal sebagai organisasi ekstra kampus terbesar di IAIN Madura yang harus senantiasa melakukan transformasi kaderisasi dan arah gerak yang matang untuk meningkatkan pola pengembangan sumber daya anggota dan menata aparatur organisasinya, sehingga dalam proses ini keberadaan PMII harus senada dengan kebutuhan anggota dan lembaganya. Sementara kondisi internal organisasi yang rentan konflik dapat diminimalisir dengan cara memberikan pemahaman yang lebih intensif tentang nilai-nilai ke-PMIIan. Tidak bisa dipungkiri lagi bahwa PMII IAIN Madura sudah harus menyiapkan instrument pengembangan kaderisasi yang baik untuk kemajuan organisasi. maka dari itu keberadaan anggota dan kader PMII IAIN Madura yang dapat dibilang sebagai laboratorium anggota dan kader di Pamekasan hari ini tidak hanya fokus terhadap persoalan kepentingan politik, pengguguran mandate organisasi, dan bahkan persoalan kepentingan komersial pribadi atau bahkan kelompok. Akan tetapi kader PMII IAIN Madura sudah saatnya mengedepankan titik prioritas organisasi yang tiada lain untuk mencapai tujuan organisasi.

Jika kita melihat sejarah masa lalu, maka PMII IAIN Madura adalah bagian dari perjalanan sejarah besar dan berkembangnya PMII Pamekasan. Mengapa Organisasi sekaliber PMII IAIN Madura mulai kehilangan arah bak orang tidak memiliki tujuan? Mengapa Kader PMII IAIN Madura terlalu sering terjebak dalam heroisme masa lalu yang berkelanjutan? Dan masih banyak lagi yang harus dipertanyakan. Dari sini kita dapat melihat bahwa kebanyakan kader PMII IAIN Madura hari ini kurang edukasi tentang nilai ideologis organisasi, sehingga kepentingan organisasi yang harusnya menjadi prioritas malah dikesampingkan untuk kepentingan yang lain.

Sudah jelas adanya peraturan organisasi yang dihasilkan dalam forum permusyawaratan ditingkat komisariat, rayon dan bahkan ditingkat nasional bukan hanya dijadikan sebagai ajang untuk mencapai tujuan persuasif, melainkan semua peraturan tersebut dibuat untuk mengelola dan mengatur sistem organisasi yang terukur, terencana dan berkelanjutan serta untuk kemajuan organisasi. dilain sisi juga dijadikan evaluasi terhadap pengurusan sebelumnya dan juga dijadikan ajang perbaikan untuk kepengurusan selanjutnya. Konteks pemilihan ataupun peralihan jabatan menjadi istilah yang rentan dikalangan anggota dan kader PMII IAIN Madura, sehingga untuk mencapai hal tersebut banyak sekali anggota dan kader yang tidak melihat dan bahkan tidak mempertimbangkan peraturan dan nilai yang ada didalam organisasi. Sehingga banyak kejadian yang sangat fatal dan berakibat buruk terhadap generasi berikutnya. Disinilah letak awal mula terjadinya dekadensi PMII IAIN Madura.

Menjelang 17 april 2024 dimana PMII tepat pada usia 64 tahun begitu banyak perjuangan yang telah dilalui, dihadapi dan bahkan sudah banyak momentum yang sangat bersejarah yang telah PMII lakukan bersama bangsa ini. Ikhtiar para pendahulu PMII sudah sangat dirasakan betul oleh seluruh kader saat ini, sehingga di usia yang baru ini, selain bertambahnya usia, kami sebagai pengurus komisariat PMII IAIN Madura khususnya bidang kaderisasi masa khidmat 2024-2025 akan terus melakukan transformasi kaderisasi yang berbasis nilai ideologis. Sebab dengan cara itulah kami bisa menjaga dan merawat organisasi, sehingga dengan segala rangkaian proses kaderisasi PMII IAIN Madura saat ini, kami berharap dapat menjadikan PMII sebagai ruang konsolidasi untuk menciptakan dimensi perubahan baik di PMII dan di kampus IAIN Madura.

 

Oleh : Salman Al Farisi

(Wakil Ketua I PK. PMII IAIN Madura)

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

LAINNYA
x