x

ICONIS ke-10, UIN Madura Kaji Jejak Perjalanan Syekh Yusuf Al-Makassari

waktu baca 2 menit
Rabu, 9 Sep 2026 20:42 15 Jurnalis

PAMEKASAN, Detektifjatim.com – Konferensi internasional International Conference on Islamic Studies (ICONIS) ke-10 digelar di Auditorium Pusat UIN Madura, Rabu (9/9/2026) pagi.

ICONIS ini mengangkat perjalanan 400 tahun Syekh Yusuf Al-Makassari ke Madura, ini bertujuan sebagai momentum untuk memperkuat tradisi sosial-keagamaan masyarakat Madura.

Rektor UIN Madura Saiful Hadi menyampaikan, dalam ICONIS ke-10 ini kelanjutan dari gagasan Madura Charter. Tema Syekh Yusuf Al-Makassari dipilih untuk menggali kembali pengaruh tradisi dakwah, dan spiritualitas dalam dinamika kehidupan masyarakat Madura.

“Kita harapkan kegiatan ICONIS tahun ini menjadi momentum kuat memelihara tradisi sosial-keagamaan masyarakat Madura,” ujarnya.

Menurut dia, kedatangan Syekh Yusuf Al-Makassari ke Madura memiliki dinamika sosial yang kuat dalam bidang keagamaan. Karena itu, kampus dinilai memiliki peran untuk ikut merawat tradisi tersebut melalui konsep ‘kampus Tanean Lanjgang‘, yakni mengintegrasikan ilmu pengetahuan Islam dengan dinamika kehidupan sosial yang lebih luas.

Ia melanjutkan, kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi forum akademik, tetapi diharapkan mampu melahirkan gagasan yang dapat diterapkan dalam kehidupan masyarakat.

“Kita ingin kampus ini menjadi sumber inspirasi melakukan perubahan-perubahan dan tradisi-tradisi yang lebih baik lagi,” kata Saiful.

Menurut dia, perubahan tersebut diharapkan dapat mendorong kehidupan dan peradaban sosial, yang lebih berdampak dengan tetap berlandaskan nilai-nilai agama. Peran kampus, kata dia, bukan hanya menghasilkan pengetahuan, tetapi juga memberikan kontribusi terhadap persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.

Persiapan ICONIS 2026 telah dilakukan sejak Mei 2026. Menurut dia, tema Syekh Yusuf Al-Makassari juga sejalan dengan perhatian Menteri Agama serta agenda yang berkaitan dengan UNESCO dan kementerian terkait.

“ICONIS Tahun 2026 ini kita jadikan momentum untuk menjawab apa yang diinginkan oleh masyarakat dunia, melalui UNESCO dan Kementerian Agama, Kementerian Pendidikan, dan Kementerian Kebudayaan yang hari ini kita lakukan di Madura,” pungkas Saiful.

Sementara itu, Staf Khusus Menteri Agama RI, Farid F. Saenong, menegaskan bahwa Syekh Yusuf Al-Makassari memiliki kontribusi global yang besar bagi dunia Islam.

Karena itu, ia mendorong Indonesia sebagai bagian dari warisan peradaban Syekh Yusuf untuk tidak sekadar memperingatinya, tetapi juga mengambil peran dalam memberikan kontribusi dan menghidupkan kembali nilai-nilai perjuangannya di tingkat global.

“Indonesia sebagai bagian dari warisan peradaban Syekh Yusuf tidak cukup hanya memperingatinya. Kita harus mengambil peran dan memberikan kontribusi di tingkat global, sekaligus menghidupkan kembali nilai-nilai perjuangan Syekh Yusuf,” ujar Farid. (azm/ady).

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x