x

BKKBN Sebut Pernikahan Dini di Bangkalan Terkendali, TPK dan Duta Genre Jadi Garda Edukasi

waktu baca 3 menit
Rabu, 24 Jun 2026 16:00 29 detektif_jatim

BANGKALAN, detektifjatim.com Upaya pencegahan pernikahan dini di Kabupaten Bangkalan dinilai menunjukkan hasil positif. Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Jawa Timur menyebut angka kelahiran pada perempuan usia remaja di Bangkalan lebih rendah dibanding rata-rata provinsi.

Hal itu disampaikan Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Timur, Shodiqin, saat menghadiri Lomba Tim Pendamping Keluarga (TPK) dan Grand Final Pemilihan Duta Genre Kabupaten Bangkalan Tahun 2026 di Gedung Pertemuan Ngudia Husada Madura (NHM), Rabu (24/06/2026).

Menurutnya, berdasarkan data yang dimiliki BKKBN, angka perempuan usia 15 hingga 19 tahun yang pernah melahirkan di Bangkalan berada di angka 15, sementara rata-rata Jawa Timur mencapai 20.

“Kalau melihat dari survei dan pendataan keluarga yang kami lakukan, berarti pernikahan dini di Kabupaten Bangkalan sudah relatif rendah,” ujar Shodiqin.

Ia menilai capaian tersebut tidak terlepas dari berbagai upaya edukasi yang dilakukan pemerintah daerah bersama para kader Tim Pendamping Keluarga (TPK) dan Duta Genre yang selama ini aktif menyosialisasikan pentingnya perencanaan kehidupan berkeluarga kepada masyarakat dan remaja.

Menurut Shodiqin, remaja harus dibekali pemahaman mengenai tiga risiko utama yang harus dihindari, yakni pernikahan usia anak, hubungan seksual di luar nikah, dan penyalahgunaan narkoba.

“Kami terus menyosialisasikan bahwa usia ideal menikah bagi perempuan adalah 21 tahun dan laki-laki 25 tahun. Dengan adanya kegiatan seperti ini, pemahaman tersebut bisa semakin tertanam pada remaja,” katanya.

Ia menjelaskan, keberadaan Duta Genre menjadi sarana efektif untuk menyampaikan pesan-pesan tersebut kepada kalangan remaja melalui pendekatan teman sebaya. Para finalis yang terpilih diharapkan mampu menjadi role model sekaligus agen perubahan di lingkungan masing-masing.

Selain itu, peran Tim Pendamping Keluarga juga dinilai penting dalam mendampingi keluarga sasaran, mulai dari calon pengantin, ibu hamil, ibu pasca persalinan hingga keluarga yang memiliki balita.

Wakil Bupati Bangkalan, Moh Fauzan Ja’far, mengatakan TPK merupakan ujung tombak pendampingan keluarga, khususnya keluarga yang berisiko stunting.

“Peran TPK sangat strategis dalam mendukung percepatan penurunan stunting dan mewujudkan keluarga yang berkualitas di Kabupaten Bangkalan,” ujarnya.

Karena itu, kata Fauzan, pelaksanaan Lomba Kader TPK tidak sekadar menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana evaluasi, pembelajaran, dan apresiasi atas dedikasi para kader yang selama ini bekerja langsung di tengah masyarakat.

Pada kesempatan yang sama, para finalis Duta Genre juga mendapat apresiasi karena dinilai berperan dalam mengedukasi remaja terkait pentingnya pendidikan, perencanaan masa depan, dan pencegahan pernikahan dini.

Sementara itu, Kepala Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKBP3A) Bangkalan, Sudiyo, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan motivasi kader dan remaja yang terlibat dalam program pembangunan keluarga.

“Kegiatan ini bagian dari evaluasi untuk mendorong peningkatan semangat dan kinerja mereka. Ketika para kader dan remaja dikumpulkan dalam satu kegiatan seperti ini, mereka merasa dihargai dan semakin termotivasi,” katanya. (San)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x