x

Antrean Panjang di SPBU Bangkalan Dipicu Keterlambatan Distribusi BBM, Pemkab Pastikan Stok dan Kuota Subsidi Aman

waktu baca 2 menit
Sabtu, 27 Jun 2026 16:07 11 detektif_jatim

BANGKALAN, detektifjatim.com– Antrean panjang kendaraan terjadi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Bangkalan dalam beberapa hari terakhir.

Antrean kendaraan tersebut terjadi akibat minimnya ketersediaan BBM khususnya jenis pertalite terutama di pengecer, sehingga masyarakat tidak punya pilihan selain membeli BBM ke SPBU.

Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Dinas Koperasi, UMKM dan Perdagangan Kabupaten Bangkalan, Moh. Rasuli memastikan antrean bukan disebabkan kelangkaan maupun pengurangan kuota BBM subsidi, melainkan akibat keterlambatan distribusi dari Pertamina ke sejumlah SPBU.

Ia menjelaskan, keterlambatan distribusi terutama terjadi pada BBM subsidi jenis solar. Pengiriman yang semestinya tiba pada pagi hingga siang hari mengalami keterlambatan sehingga baru sampai ke SPBU pada sore hingga malam.
Akibatnya, stok BBM di beberapa SPBU sempat kosong selama beberapa jam sambil menunggu pasokan datang.

“Keterlambatan distribusi ini menyebabkan beberapa SPBU tidak dapat melayani pembelian BBM subsidi untuk sementara waktu. Setelah pasokan tiba, masyarakat yang sebelumnya menunggu langsung mendatangi SPBU sehingga terjadi penumpukan kendaraan,” ujarnya, Jumat (26/06/2026).

Menurutnya, lonjakan kendaraan yang datang hampir bersamaan membuat antrean mengular hingga ratusan meter di sejumlah titik. Salah satu lokasi yang mengalami antrean cukup panjang adalah SPBU Junok.

Kendaraan roda dua, mobil pribadi hingga truk tampak mengantre untuk mendapatkan BBM subsidi, terutama solar, sehingga sempat menyebabkan kemacetan.

Meski sempat terjadi antrean panjang, ia menegaskan kondisi tersebut hanya dipicu oleh keterlambatan distribusi, bukan karena pasokan BBM subsidi di Kabupaten Bangkalan berkurang.

Pemerintah daerah memastikan kuota maupun stok BBM subsidi yang dialokasikan untuk Bangkalan masih mencukupi kebutuhan masyarakat.

“Kami pastikan kuota BBM subsidi untuk Kabupaten Bangkalan tetap aman. Tidak ada pengurangan alokasi. Masyarakat tidak perlu khawatir karena pasokan tetap tersedia,” katanya.

Ia mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan. Menurutnya, kepanikan justru berpotensi memperparah antrean karena banyak warga membeli BBM melebihi kebutuhan sehari-hari.

“Jangan sampai melakukan penimbunan BBM karena selain melanggar ketentuan, tindakan tersebut dapat mengganggu distribusi kepada masyarakat lain yang juga membutuhkan,” tambahnya.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Dinas Koperasi, UMKM dan Perdagangan Kabupaten Bangkalan telah berkoordinasi dengan pengelola SPBU serta pihak Pertamina.

Koordinasi dilakukan untuk memastikan distribusi BBM kembali berjalan sesuai jadwal sehingga pasokan di setiap SPBU tetap tersedia dan tidak lagi terjadi kekosongan stok akibat keterlambatan pengiriman.

“Kami berharap distribusi BBM segera kembali normal dapat. Masyarakat pun diharapkan membeli BBM sesuai kebutuhan agar pelayanan di SPBU berlangsung tertib dan pasokan BBM subsidi dapat dinikmati secara merata oleh seluruh pengguna yang berhak,” ucapnya. (San)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x