x

Prabowo di Bangkalan: NU Bukan Hanya Organisasi Keagamaan, Tapi Benteng Nasionalisme Bangsa

waktu baca 3 menit
Selasa, 23 Jun 2026 18:39 47 detektif_jatim

BANGKALAN, detektifjatim.com – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan peran strategis Nahdlatul Ulama (NU) sebagai organisasi keagamaan yang tidak hanya menjaga nilai-nilai keislaman, tetapi juga menjadi kekuatan nasionalisme dan patriotisme bangsa.

Pernyataan tersebut disampaikan saat menutup Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama 2026 di Institut Syaichona Moh. Cholil, Bangkalan, Selasa (23/6/2026).

Di hadapan jajaran pengurus PBNU, para kiai, ulama, serta ribuan warga nahdliyin, Prabowo mengaku telah lama mengenal lingkungan NU. Kedekatan itu, kata dia, membuatnya memahami karakter organisasi yang selama ini menjadi salah satu pilar penting dalam menjaga keutuhan Indonesia.

“Saya dari dulu memperhatikan bahwa NU memang organisasi keagamaan, tetapi juga sangat nasionalis, sangat patriotik, dan sangat cinta tanah air,” ujar Prabowo.

Menurut Presiden, semangat kebangsaan telah mengakar kuat dalam tradisi NU sejak sebelum Indonesia merdeka. Hal itu tercermin dari lagu Syubbanul Wathan yang hingga kini selalu dinyanyikan dalam berbagai kegiatan NU.

Prabowo menilai lagu tersebut bukan sekadar lagu organisasi, melainkan simbol kecintaan terhadap bangsa dan negara yang diwariskan para ulama kepada generasi penerus.

Ia bahkan berkelakar mengenai tradisi salam komando yang kerap diperagakan warga NU. Menurutnya, budaya tersebut menunjukkan kuatnya semangat persatuan dan kedisiplinan yang telah tumbuh di lingkungan NU jauh sebelum berbagai institusi modern terbentuk.

Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menyampaikan apresiasi terhadap kontribusi NU dalam menjaga stabilitas nasional. Ia menyebut warga nahdliyin selalu hadir menjadi penyejuk ketika bangsa menghadapi berbagai persoalan.

“Keluarga besar NU selalu tampil saat bangsa Indonesia berada dalam keadaan sulit. Warga NU menjadi faktor stabilisator yang membantu menjaga keamanan dan ketertiban bangsa,” katanya.

Presiden meyakini peran tersebut tidak lepas dari kedekatan para kiai dan ulama dengan masyarakat akar rumput. Menurutnya, para ulama memahami secara langsung persoalan yang dihadapi rakyat karena hidup dan berinteraksi bersama mereka setiap hari.

“Para kiai dan ulama adalah tokoh yang paling dekat dengan rakyat, terutama di pedesaan. Mereka mengerti apa yang dirasakan masyarakat kecil,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf, menyampaikan rasa syukur atas suksesnya pelaksanaan Munas dan Konbes NU 2026. Ia juga mengapresiasi kehadiran Presiden Prabowo dalam acara penutupan tersebut.

Yahya mengatakan forum Munas dan Konbes menjadi agenda strategis NU dalam menyiapkan berbagai keputusan organisasi menuju Muktamar ke-35 NU yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus mendatang.

Menurutnya, warga NU akan terus menjaga komitmen untuk mendukung bangsa dan negara serta berkontribusi dalam mewujudkan cita-cita Indonesia yang maju dan sejahtera.

“Kami adalah rakyat yang setia kepada negara, siap berjuang dan berkorban demi bangsa dan negara tercinta. Kami juga siap membersamai Presiden dalam perjuangan mewujudkan Indonesia yang gemilang,” pungkasnya. (San)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x