x

12 Kepala Puskesmas di Pamekasan Dijabat Plt, Dinkes Tunggu Penetapan Bupati

waktu baca 2 menit
Senin, 15 Jun 2026 13:25 10 Mauzun Mauzun

PAMEKASAN, Detektifjatim.com – Sebanyak 12 kepala Puskesmas di Kabupaten Pamekasan hingga kini dijabat oleh pelaksana tugas (Plt).

Dari total 21 puskesmas yang tersebar di seluruh wilayah kabupaten setempat, hanya sembilan puskesmas yang dipimpin oleh kepala puskesmas definitif.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pamekasan, Saifudin, menjelaskan sembilan puskesmas yang telah memiliki kepala definitif yakni Puskesmas Tlanakan, Proppo, Palengaan, Pakong, Waru, Pasean, Kadur, Bulangan Haji, dan Larangan Badung.

“Yang definitif itu Puskesmas Tlanakan, Proppo, Palengaan, Pakong, Waru, Pasean, Kadur, Bulangan Haji, dan Larangan Badung. Sisanya masih diisi oleh Plt,” ujarnya.

Menurut Saifudin, Dinas Kesehatan telah mengusulkan pengisian jabatan kepala puskesmas definitif kepada Bupati Pamekasan.

Menurutnya, usulan tersebut diharapkan dapat segera ditindaklanjuti agar roda organisasi dan pelayanan kesehatan di tingkat puskesmas dapat berjalan lebih optimal.

“Sudah kita usulkan kepada Bapak Bupati untuk pengisian kepala puskesmas definitif,” katanya.

Terpisah, anggota Komisi IV DPRD Pamekasan, Rosyid Fansori menilai, tidak ada alasan untuk menunda pelantikan pejabat definitif, mengingat saat ini merupakan masa yang sangat penting bagi pemerintahan daerah dalam menjalankan program-program pembangunan.

“Sebetulnya tidak ada alasan untuk tidak melantik para kepala dinas atau kepala puskesmas yang masih Plt. Ini merupakan tahun produktif bagi Bupati dan Wakil Bupati,” paparnya

Rosyid mengatakan keberadaan pejabat definitif sangat penting untuk menjamin stabilitas kepemimpinan dan efektivitas pengambilan keputusan di lingkungan puskesmas.

Kata Rosyid, jabatan Plt memiliki keterbatasan dalam menjalankan sejumlah kewenangan strategis yang dibutuhkan untuk mempercepat pelaksanaan program kesehatan.

“Bagaimana dinas atau kepala puskesmas ini bekerja secara normal kalau misalnya dijabat oleh Plt. Kami sangat menyayangkan jika waktu yang ada tidak dimanfaatkan secara maksimal pada periode pemerintahan yang sedang berjalan ini,” tambahnya.

Ia juga mengingatkan, lambannya pengisian jabatan definitif berpotensi berdampak pada pelayanan kepada masyarakat. Sebab, puskesmas merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan yang memiliki peran penting dalam menjalankan berbagai program prioritas pemerintah daerah.

“Ini berdampak banyak terhadap masyarakat karena berkaitan dengan pemanfaatan program-program prioritas untuk masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, saat mencoba meminta konfirmasi melalui whatsapp, Bupati Pamekasan KH Kholilurrahman belum memberikan tanggapan. (azm/ady).

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x