
SAMPANG, detektifjatim.com – Pemerintah Kabupaten Sampang resmi menerima hibah Barang Milik Negara (BMN) berupa aset tanah dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia. Serah terima ini ditandai dengan penandatanganan naskah dan berita acara oleh Bupati Sampang, H. Slamet Junaidi, di Aula Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN), Jakarta, Senin (27/04/2026).
Aset yang dihibahkan tersebut merupakan tanah eks Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) SPE Petroleum Ltd. Lahan ini nantinya akan dialihfungsikan untuk mendukung pembangunan sektor pendidikan dan kesehatan di wilayah Kabupaten Sampang.
Bupati Sampang, H. Slamet Junaidi, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Pusat atas kepercayaan yang diberikan. Menurutnya, pemanfaatan aset negara oleh daerah merupakan langkah strategis untuk mempercepat pembangunan infrastruktur lokal.
“Kami berkomitmen untuk mengelola dan memanfaatkan aset ini secara optimal. Fokus utama kami adalah mendukung pengembangan fasilitas pendidikan dan kesehatan bagi masyarakat Sampang,” ujar H. Slamet Junaidi.
Rencananya, aset tanah yang berlokasi di Desa Gunung Eleh dan Desa Batuporo Timur, Kecamatan Kedungdung, akan disulap menjadi kawasan taman edukasi berbasis integrated farming (pertanian terpadu).
Bupati menjelaskan bahwa proyek ini memiliki misi ganda, Pembangunan SDM dengan Menyediakan fasilitas pendidikan yang lebih baik dan mendukung Kemandirian Ekonomi dengan Menghadirkan ruang pembelajaran praktik bagi masyarakat melalui sistem pertanian terintegrasi.
“Langkah ini tidak hanya soal pembangunan fisik, tetapi juga menghadirkan ruang pembelajaran berbasis praktik untuk mendorong kemandirian ekonomi berbasis potensi lokal,” tambahnya.
Dalam kunjungan kerja tersebut, Bupati didampingi oleh jajaran pejabat teknis di antaranya, Kepala Bappelitbangda, Kepala BPPKAD, Plt. Kepala DPUPR, Plt. Kepala Dinas Kesehatan dan KB Kabupaten Sampang.
Menutup pernyataannya, Bupati berharap kerja sama antara pemerintah pusat dan daerah terus diperkuat guna memastikan pembangunan yang berkelanjutan di daerah. “Sinergi ini penting untuk memperkuat kapasitas daerah dalam melayani masyarakat,” pungkasnya. (van/ady)
No Comments