x

PMII Demo Bupati Jember Karena Khianati Janji Politik

2 minutes reading
Thursday, 2 Mar 2023 07:09 0 97 detektif_jatim

JEMBER, DETEKTIF Jatim – Ratusan mahasiswa dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Jember menggelar aksi unjuk rasa, Selasa (28/2/2023). Kedatangan mereka untuk menyikapi dua tahun pemerintahan Bupati Hendy Siswanto dan Wabup MB Firjaun Barlaman.

Dalam aksinya mahasiswa menggelar teatrikal yang menggambarkan kesengsaraan rakyat Jember selama ini. Para mahasiswa juga melakukan orasi dengan menyuguhkan fakta-fakta kinerja pemerintahan Hendy dan Gus Firjaun selama dua tahun ini.

Menurut mahasiswa pemerintahan Hendy dan Gus Firjaun masih banyak menyisakan janji politik saat masa kampanye. Pembangunan dinilai telah dilakukan oleh pemerintah kabupaten seperti telah memperbaiki ribuan kilometer jalan namun banyak proyek yang justru menghamburkan uang negara karena mengaspal jalan yang kondisi sebenarnya masih baik. Juga belum selesainya beberapa proyek multiyears.

Persoalan honor guru tidak tetap, bea siswa mahasiswa, masalah ketersedian pupuk, pembangunan dermaga hingga pengelolaan tambang kapur Gunung Sadeng disebutkan PR yang belum dikerjakan pemerintahan Bupati dan Wakilnya Gus Firjaun.

“Janji beasiswa untuk mahasiswa 25.000 mahasiswa tahun 2021 hanya terealisasi 5.000 mahasiswa dari keseluruhan kampus yang ada di Kabupaten Jember selama tahun 2022,” kata Ketua PMII Bayu Wicaksono.

Baca Juga : Kota Kediri Dominasi Angka Stunting Hingga 41,1 Persen

Saat unjuk rasa Bupati Hendy Siswanto diwakili oleh sejumlah pejabat yang dipimpin langsung Sekertaris Daerah Pemkab Jember Arief Tjahyono menemui mahasiswa. Berdasarkan informasi, Bupati Hendy mengutus Sekda untuk menemui mahasiswa sekaligus menjelaskan kebijakan Pemkab Jember.

Di depan mahasiswa Arief berterima kasih pemerintah mendapat kritik dari mahasiswa, sebagai bentuk koreksi menuju kebaikan.

“Pemkab Jember memang perlu dikritik, Bapak Bupati akan dengan senang hati menerima kritikan dan press release untuk perbaikan kedepan,” kata Arief.

Lebih lanjut ketika unjuk rasa berakhir, Arief mengatakan Bupati Hendy dan Wabup Gus Firjaun berusaha memenuhi janji politiknya.
Namun demikian tidak bisa memuaskan semua pihak.

“Apa yang disampaikan adik-adik mahasiswa ini pekerjaan sehari-hari. Ada (permasalahan) stunting, ada (permasalahan) jalan. Semua pekerjaan butuh waktu penyelesaian,” katanya.

“Bapak apresiate banget dan memerintahkan kepada kami. Artinya bapak bupati konsen atas apa yang disampaikan kepada adik-adik. Tentunya kita tidak bisa memuaskan hampir 2,5 juta penduduk ada yang kecewa ada yang seneng, pro kontra itu biasa,” pungkasnya.

Sumber: Harian Pagi Memo X

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

LAINNYA
x