x

KH. Musyfiq Madim “Semprot” Pengajian Guru PNS SDN Ketawang Karay 1, Kasek: Kami Evaluasi

waktu baca 3 menit
Minggu, 16 Jun 2024 01:54 0 40 detektif_jatim

SUMENEP, detektifjatim.com – Acara pengajian umum SDN KETAWANG KARAY 1 Kecamatan Ganding berlangsung tidak kondusif, Jumat malam, (14/06/24). Penyebabnya, penceramah KH. Musyfiq Madim “semprot” acara yang dilaksanakan terlalu padat dengan berbagai macam acara. Sehingga acara tersebut berlarut malam.

Jamaah pengajian tersebut tidak semangat dan mengantuk karena tidak tahan menunggu acara yang tak kunjung dimulai. Acara pengajian umum tidak segera dimulai karena terlalu padat dengan acara tari-tarian, hiburan dan lain-lain.

Sontak, hal itu membuat muballihg KH. Musyfiq Madim menyinggung guru PNS dan panitia pelaksana. Menurut KH. Musyfiq acara pengajian umum seharusnya tidak dicampur dengan acara tari-tarian.

“Menjawab salam kok sudah tidak semangat. Saya tau karena sudah dari tadi, jamaah diisi dengan berbagai macam hiburan. Cuma saya, akhir-akhir ini paling malas ngisi pengajian di haflatul imtihan. Baik di Madrasah formal dan non formal alias bisa SD, SMP, SMA,” keluh dia mengawali pembukaan ceramahnya.

KH. Musyfiq mengaku, setiap kali mengisi ceramah keagamaan di sekolah formal dan non formal terlalu banyak berbagai macam acara. Sehingga jemaah akhirnya tidak fokus.

“Malesnya karena banyak yang mau ngaji ini sudah dipadati terbebih dahulu dengan berbagai macam susunan-susunan acara yang bermacam-macam,” ucapnya

KH. Musyfiq Madim meberikan arahan kepada guru PNS dan panitia pelaksana acara pengajian, tidak bercampur-campur dengan acara lainnya.

“Iya sebenarnya yang paling enak. Yang paling enak ini ya, setiap acara apapun kalau pengajian, ini seharusnya tidak dicampur-campur dengan apalagi hiburan,” sindirnya diatas panggung

Keluhan dan singgungan muballigh itu diharap senantiasa menjadi motivasi semua guru PNS di Kecamatan Ganding, atau sekolah formal dan non formal yang lainnya ketika ada kegiatan pengajian umum agar jamaah lebih fokus.

“Karena yang sebenarnya pengajian ini diterima oleh orang yang betul-betul kosong. kalau tidak kosong, memiliki arti ada wadah yang sudah ada isinya otomatis ini sulit, saya panggil salam saja, jamaah sudah tidak semangat menjawabnya,” ucapnya di panggung itu

Saat dikonfirmasi wartawan detektifjatim.com, Kepala Sekolah SDN Ketawang Karay 1 Ngumpriyatun mengatakan, kegiatan yang sudah tertera itu sesuai dengan rundown acara dari awal.

“Berdasarkan informasi darKHi panitia, perkiraan bapak kyai kurang lebih nyampe SD kami sekitar pukul 20.30. Karena beliau masih mengisi di tempat lain maka prediksi panitia dengan rundown pra acara pengajian cukup. Dan menurut kami Beliau tidak menunggu lama dari kedatangan. Begitu beliau tiba dipersilahkan duduk sebentar baru beliau ceramah. Masa beliau datang langsung dimohon ke panggung, rasanya kurang etis,” kata ibu itu

Pihaknya juga mengatakan jika hal tersebut menjadi kalesalahan dari pelaksana dan panitia, maka akan dievaluasi di tahun berikutnya

“Kalau itu memang kata Beliau, akan jadi catatan kami sebagai bahan evaluasi agenda acara tahun yang akan datang,” ucapnya (hal/rd)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x