(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
x

Harlah PMII Ke-63, Ini Harapan Ketua Umum PC PMII Pamekasan

2 minutes reading
Monday, 17 Apr 2023 06:49 0 231 detektif_jatim

Pamekasan, DETEKTIF Jatim – Perjalanan Organisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) sejak 1960 sampai sekarang, tidak terlepas dari perjuangan para sesepuh dan kader PMII yang telah melintasi medan sejarah dari setiap zamannya, dan telah banyak melahirkan dedikasi yang ditorehkan dalam menata perubahan.

Kini Organisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) telah berumur 63 tahun, terhitung sejak lahirnya 17 April 1960 hingga sekarang.

Ketua Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Pamekasan, Moh. Yasin berharap di hari lahirnya PMII yang ke-63, organisasi kemahasiswaan ini lebih memberikan kontribusinya dalam mewujudkan Indonesia yang maju dan bermartabat.

“63 tahun khidmat PMII untuk negeri. Terus berkontribusi, mengawal, dan mewujudkan Indonesia yang lebih maju, sejahtera, dan bermartabat,” kata pria yang akrab disapa Yasin itu (17/04/2023).

Lebih lanjut, Yasin juga memaparkan peran dan kontribusi, dari kader-kader yang lahir dari kaderisasi PMII, baik di internal PMII sendiri dan di lingkungan Masyarakat umum.

“Distribusi kader PMII sangat merata di Pamekasan, ada yang di penanganan kemiskinan, penggerak desa, penyelenggara pemilu, dosen, mubaligh, budayawan, penggerak ekonomi, pendidik, dan masih banyak lagi,” tutur nya.

Lebih lanjut, ia berharap kepada warga PMII, agar semangat pergerakan harus terus dijiwai, terus bergerak untuk Pamekasan, untuk Indonesia yang lebih maju dan sejahtera. Jangan pernah berhenti, teruslah kritis secara intelektual untuk kemajuan bangsa ini.

Dia terus mengajak agar kader PMII terus menyumbangkan pemikiran yang kritis transformatif. “Sebab bagaimanapun, pemikiran kritis adalah harta termahal bagi para kader-kader PMII,” jelasnya.

Capaian dan prestasi yang sudah dilakukan kader PMII sampai sekarang ini, kata Yasin, jangan membuat lengah tapi harus menjadi doping untuk berkarya lebih besar lagi. Pengabdian harus terus dilakukan bukan hanya di masa kini tapi juga di masa yang mendatang.

“Mau tidak mau berpikir secara futuristik, melalui analisis serangkaian kemungkinan atas situasi, yang akan dihadapi di masa yang akan datang oleh setiap kader.” pungkas nya. (vick).

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

LAINNYA
x