(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
x

Dua Rumah, Jalan dan Jembatan Di Blitar Rusak Gara-Gara Tanak Bergerak

2 minutes reading
Tuesday, 28 Feb 2023 01:46 0 143 detektif_jatim

BLITAR, DETEKTIF Jatim – Dua wilayah di Kecamatan Panggungrejo, Kabupaten Blitar mengalami tanah gerak, Senin (27/02/23). Kejadian tersebut diakibatkan curah hujan di wilayah yang saat ini intensitasnya tinggi.

Akibat tanah gerak tersebut, ditemukan beberapa titik yang mengalami kerusakan. Diantaranya, akses jalan Dusun Kaliduren menuju Ngadipuro ambrol sepanjang sekitar 10 meter dan tidak bisa dilewati kendaraan R4. Pondasi jembatan Dusun Kaliduren pecah dan lepas dari penyangga besi jembatan Rumah Sutrisno, warga Dusun Kalitengah dan Suroto, warga Dusun Kaliduren Desa Kalitengah retak dan tertimbun tabah.

Hal tersebut disampaikan, Kalaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blitar, Ivong Berttyanto.

“Rumah bapak Sutrisno tanah retak dan bergeser sekitar 35 centimeter dan retakan sepanjang 30 meter. Sedangkan rumah bapak Suroto bagian belakang rumahnya tertimbun tanah longsor,” kata Ivong Berttyanto, Senin (27/02/2023).

Baca Juga : Nasim Khan Dorong Warga Bondowoso Jadi Agen Pemasaran Produk Dalam Negeri

Lebih lanjut Ivong Berttyanto menyampaikan, sebetulnya retakan tanah mulai muncul sejak 10 Februari lalu. Namun warga setempat tidak menghiraukannya. Sehingga retakan tersebut kemudian melebar hingga merusak dua rumah yang ada di areal itu.

“Seharusnya, ketika muncul retakan harus segera ditutup dengan tanah. Agar air tidak masuk ke celah-celah yang tanah, kemudian mengantong sehingga menekan ke atas dataran permukaan diatasnya,” jelasnya.

Ivong menambahkan, rumah Sutrisno di Dusun Kalitengah mengalami retakan tanah pada lantai ruang tamu sampai dapur. Sedangkan Suroto, terdapat retakan pada dinding tembok belakang rumah karena terdorong gerakan tanah dari arah belakang.

“Untuk rumah Suroto ini dinilai masih aman ditinggali. Namun jika kondisi curah hujan tinggi lebih dari 30 menit, BPBD menyarankan segera meninggalkan atau keluar rumah,” pungkasnya.

Sebelumnya, pada 22 Oktober 2022 lalu, sebanyak 9 rumah di Desa Kalitengah juga terdampak fenomena tanah gerak. Tanah gerak saat ini, hanya berjarak sekitar 1 kilometer dari lokasi tersebut.

Untuk diketahui, dari data BPBD Kabupaten Blitar, sebanyak 19 kecamatan di Kabupaten Blitar termasuk Kecamatan Panggungrejo berpotensi mengalami bencana tanah gerak sejak Februari 2022.

Sumber: Harian Memo X

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

LAINNYA
x