
Foto: CEO Bawang Mas Group Haji Her (dok/detektifjatim). PAMEKASAN, detektifjatim.com – CEO Bawang Mas Group Haji Khairul Umam atau Haji Her turut berkomentar atas insiden pengrusakan gerai ritel modern Indomaret di Palengaan Pamekasan.
Kata Haji Her, kejadian pengrusakan oleh sebagian masyarakat pada gerai Indomaret tersebut tidak dapat dibenarkan.
“Kemarin ada beberapa pejabat yang menelfon saya, termasuk menteri menanyakan kronologis kejadian tersebut,” katanya pada video yang beredar, Selasa (13/10/2026).
Menurutnya, oleh karena hal tersebut pihaknya lansung menghubungi sejumlah tokoh atas kejadian tersebut
“Jadi yang saya tangkap, sebagian masyarakat tidak setuju kalau ada Indomaret, orang Madura biasa bercurhat ke kiai, termasuk persoalan tembakau, garam, pengusaha, itu curhatnya ke kiai,” paparnya.
Kata Haji Her, hal-hal (curhat) ke kiai tersebut, bagi orang Madura sudah biasa. Karena masyarakat curhat Indomaret tersebut, kiai bersurat ke Bupati Pamekasan agar ditinjau kembali.
“Diterima lah oleh bupati dan pembangunan Indomaret tersebut izinnya tidak lengkap, sehingga bupati mengeluarkan surat teguran kepada pengelola,” tuturnya.
Sambung Haji Her, pada saat proses teguran inilah, ternyata pihak pengelola tetap melanjutkan sehingga sebagian masyarakat tersinggung.
“Kayak maksa kata masyarakat, tidak mendengarkan, kayak nantang, akhirnya terjadilah, dan itu diluar kendali, masyarakat marah,” tambahnya.
Haji Her mengatakan, karena hal tersebut sudah terjadi, maka ia mengajak masyarakat untuk kembali mengikuti arahan kiai dengan cara dan proses yang baik bukan melakukan pengrusakan.
“Kemudian, kejadian ini agar dijadikan bahan intropeksi diri oleh masyarakat ataupun pihak Indomaret aga tidak terulang kembali,” terangnya.
Haji meminta, agar semua pihak untuk menahan diri dan saling memaafkan.
“Saya siap terlibat bagaimana untuk menyelesaikan masalah ini demi kebaikan bersama. Mudah-mudahan ini bisa menjadi pelajaran bagi kita semua,” tutupnya. (azm/ady).

Tidak ada komentar