
Foto: screenshot video yang beredar (dok/ist). PAMEKASAN, detektifjatim.com – Beredar surat pernyataan penolakan pada gerai ritel modern Indomaret di Desa Panaan Palengaan Pamekasan.
Surat tersebut diketahui ditandatangani 14 pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) dan tokoh se-Kecamatan Palengaan dan beredar luas, Selasa (6/10/2026) pagi.
Atas surat yang beredar turut disusul video penegasan oleh alumni dan santri Ponpes.
Salah satu perwakilan Ponpes, dalam video yang beredar, Bahrowi menyampaikan, agar surat pernyataan tersebut diindahkan oleh pemangku kebijakan.
Menurut Bahrowi, jika tidak ada realisasi atau pembuktian di lapangan maka pihaknya sebagai santri dan alumni serta pecinta para ulama akan bergerak turun jalan.
“Insyaallah kita bertemu dalam perjuangan membela para guru kami yakni pada hari rabu pagi jam 8 kita bertemu dilapangan,” tegas Bahrowi pada video tersebut.
Sebelumnya, gerai ritel modern Indomaret ini sempat ditolak pada bulan Juli lalu. Namun, Tim perizinan Indomaret Madura, Bowo mengatakan semua prosedur sudah dilakukan jauh sebelum pendirian Indomaret tersebut dikerjakan.
“Cek sertifikat sudah atas nama sendiri pemilik. Persetujuan lingkungan sudah. 10 orang sekitar gerai menyetujui sudah bersedia tanda tangan. Kepala Desa (Kades) sudah, mendatangi tokoh ulama terdekat sudah,” ujarnya, Senin (20/7/2026) lalu.
Sambung Bowo, setelah ke notaris, pihak Indomaret lakukan pembayaran penyewaan pada pemilik tanah.
“Baru dibawa ke notaris, lalu dilakukan penyewaan dan pengerjaan. Prosesnya diurus jauh sebelum di bangun,” tukasnya.
Sementara itu, saat berupaya diminta tanggapan melalui WhatsApp, Bupati Pamekasan KH Kholilurrahman belum memberikan tanggapan. (azm/ady).

Tidak ada komentar