x

Sulap Limbah Kulit Pisang Menjadi Body Scrub, KKN Posko 12 UA Ajak Peserta Berinovasi

waktu baca 3 menit
Kamis, 10 Sep 2026 15:10 23 detektif_jatim

Sumenep, Detektifjatim.com Kulit pisang yang selama ini lebih sering berakhir sebagai limbah ternyata dapat dikembangkan menjadi produk yang memiliki nilai manfaat.

Hal tersebut diperkenalkan melalui kegiatan pendampingan pengolahan bahan organik menjadi body scrub yang digelar oleh mahasiswa KKN Posko 12 Universitas Annuqayah. Kegiatan berlangsung pada Kamis (10/9/2026) di Aula Pondok Pesantren Raudlatul Amal, Gadu Timur, Ganding, Sumenep.

Acara tersebut, melibatkan sekitar 50 peserta yang terdiri dari guru serta peserta didik SMPI dan MA Raudlatul Amal.

Kegiatan ini menjadi bagian dari program KKN yang diarahkan untuk memberikan pengetahuan sekaligus pengalaman praktis kepada masyarakat. Dalam kegiatan tersebut, peserta dikenalkan pada pemanfaatan kulit pisang sebagai bahan dasar produk perawatan tubuh.

Gagasan ini diharapkan dapat memperluas cara pandang peserta terhadap keberadaan limbah organik, sehingga bahan yang sebelumnya dianggap tidak berguna dapat dipikirkan kembali pemanfaatannya melalui inovasi sederhana.

Proses pengolahan body scrub diperkenalkan secara langsung oleh Isnaeni Nurjannah, mahasiswa KKN Posko 12 Universitas Annuqayah. Dalam pemaparannya, Isnaeni menjelaskan tahapan pengolahan kulit pisang hingga dapat dimanfaatkan sebagai bahan dalam pembuatan body scrub.

Penyampaian dilakukan secara bertahap dengan bahasa yang mudah dipahami, sehingga peserta dapat mengikuti materi tanpa kesulitan. Cara penyampaian yang komunikatif juga membuat kegiatan berlangsung dalam suasana yang santai namun tetap edukatif. Menariknya, kegiatan tidak berhenti pada penyampaian materi.

Peserta diberi kesempatan untuk mencoba sendiri proses pembuatan body scrub dengan arahan dari mahasiswa KKN. Guru dan peserta didik secara bersama-sama mengikuti setiap tahapan yang telah diperagakan.

Metode praktik secara langsung ini memberikan pengalaman yang berbeda karena peserta dapat melihat sekaligus mencoba bagaimana bahan organik tersebut diolah menjadi sebuah produk.

Selama kegiatan berlangsung, keterlibatan peserta terlihat cukup tinggi. Mereka tampak aktif mengikuti proses, berdiskusi, serta menyampaikan berbagai pertanyaan kepada pemateri.

Antusiasme tersebut semakin terasa ketika peserta mulai melakukan praktik secara mandiri. Suasana aula pun menjadi lebih dinamis karena kegiatan berlangsung melalui interaksi langsung antara mahasiswa KKN sebagai pendamping dengan para peserta.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Posko 12 Universitas Annuqayah tidak hanya memperkenalkan keterampilan pengolahan produk, tetapi juga mengajak peserta untuk melihat potensi ekonomi dan lingkungan dari bahan-bahan yang tersedia di sekitar.

Pemanfaatan kulit pisang menjadi body scrub diharapkan dapat menjadi contoh bahwa kreativitas dapat dimulai dari hal-hal sederhana. Selain membantu mengurangi limbah organik, pengolahan tersebut juga dapat menjadi inspirasi untuk mengembangkan berbagai produk inovatif lainnya.

Kegiatan pendampingan yang diikuti oleh sekitar 50 guru dan peserta didik SMPI serta MA Raudlatul Amal ini diharapkan memberikan pengetahuan yang dapat terus dikembangkan setelah kegiatan berakhir.

Melalui program tersebut, KKN Posko 12 Universitas Annuqayah berupaya menghadirkan kegiatan yang bersifat aplikatif, kreatif, dan memiliki manfaat bagi lingkungan pendidikan di PP. Raudlatul Amal. Pemanfaatan kulit pisang menjadi body scrub pun menjadi salah satu langkah kecil untuk menumbuhkan semangat berinovasi serta memanfaatkan potensi lokal secara lebih bijaksana. (*/Zun)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x