x

Mahasiswa KKN Posko 23 Kenalkan Inovasi Olahan Sukun dan Rempah di SMK Al-Ghafur

waktu baca 2 menit
Jumat, 4 Sep 2026 13:02 242 Jurnalis

SUMENEP, detektifjatim.com -Mahasiswa KKN Posko 23 Universitas Annuqayah (UA) melaksanakan kegiatan pelatihan pengolahan potensi lokal di SMK Al-Ghafur, Desa Payudan Karangsokon, Guluk-Guluk, baru-baru ini. Kegiatan ini bertujuan mengenalkan kepada siswa cara mengolah bahan-bahan yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar menjadi produk yang lebih kreatif dan memiliki nilai tambah.

Koordinator Desa (Kordes) KKN Posko 23 UA, Batul Ummah mengatakan, mahasiswa memperkenalkan dua produk, yaitu selai sukun dan jus rempah-rempah. Selai sukun dibuat menggunakan sukun setengah matang, susu evaporasi, susu kental manis, gula pasir, minyak kelapa atau minyak goreng, vanili, garam, dan jeruk nipis.

“Sementara itu, jus rempah dibuat dari berbagai bahan seperti jahe, kunyit, temulawak, lengkuas, kencur, serai, ketumbar, kayu manis, daun sirih, daun sirsak, serta beberapa rempah tambahan,” ujar Batul

Dara asal Desa Payudan Dundang, Kecamatan Guluk-Guluk itu menjelaskan, proses pembuatannya diawali dengan pengenalan bahan dan penjelasan mengenai manfaat pemanfaatan potensi lokal. Selanjutnya, mahasiswa KKN memberikan demonstrasi secara langsung kepada siswa SMK Al-Ghafur mengenai proses pembuatan kedua produk.

“Pembuatan selai dimulai dengan mengupas dan membersihkan sukun, kemudian mengukusnya selama kurang lebih 10–15 menit hingga lunak. Sukun yang telah dingin kemudian dihaluskan bersama bahan lainnya. Adonan selanjutnya dimasak menggunakan api kecil sambil terus diaduk hingga menghasilkan tekstur selai yang lembut dan sesuai,” urainya.

Mahasiswa program studi pendidikan agama Islam itu menambahkan, untuk pembuatan jus rempah, seluruh bahan terlebih dahulu dicuci dan dibersihkan. Beberapa rempah diiris tipis, kemudian dimasukkan ke dalam air yang telah mendidih. Bahan direbus hingga sari dan aroma rempah keluar, kemudian ditambahkan gula sesuai selera. Setelah matang, minuman disaring dan didinginkan sebelum dikemas.

“Melalui praktik langsung ini, siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teori, tetapi juga mendapatkan pengalaman dalam mengolah bahan lokal menjadi produk yang dapat dikembangkan,”paparnya.

Semenetara itu, sekretaris KKN Posko 23 Ti’lama Ikasatil Hasanah berharap kegiatan itu menjadi langkah awal bagi siswa SMK Al-Ghafur untuk terus mengembangkan kreativitas dan keterampilan dalam memanfaatkan potensi lokal. Produk selai sukun dan jus rempah dapat dikembangkan lebih lanjut melalui inovasi rasa, kemasan, branding, hingga strategi pemasaran.

“Ke depannya, pengembangan produk diharapkan dapat menjadi salah satu peluang kewirausahaan siswa, sekaligus mendorong pemanfaatan bahan lokal yang selama ini belum banyak diolah menjadi produk bernilai ekonomi,” ucapnya.

Perempuan asal Desa Gapura Barat, Kecamatan Gapura itu berharap kegiatan dapat memberikan pengalaman yang bermanfaat bagi siswa serta menumbuhkan semangat untuk menciptakan produk kreatif berbasis potensi lokal di lingkungan sekitar. (*/ady)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x