
SAMPANG, detektifjatim.com– Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di bawah naungan SPPG Dalpenang, Kabupaten Sampang, memicu polemik. Muncul keluhan dari wali murid mengenai dugaan adanya nasi basi dalam paket makanan siswa Selasa (20/1/2026). Namun, tudingan tersebut dibantah keras oleh pihak sekolah.
Selain dugaan kualitas makanan, muncul dugaan adanya tindakan represif berupa penyitaan ponsel milik siswa yang hendak mendokumentasikan kondisi makanan tersebut.
Keluhan bermula saat salah satu wali murid SDN Rong Tengah 4 yang meminta tidak disebut identitasnya mendapati laporan dari anaknya. Berdasarkan pengakuan sang anak, beberapa paket nasi yang dibagikan tercium aroma tidak sedap atau basi.
“Waktu saya tanya bagaimana MBG hari Selasa, anak saya bilang nasinya ada yang bau, tapi tidak semua, cuma beberapa,” ujarnya
Dia juga menambahkan adanya laporan bahwa ponsel salah satu siswa sempat disita karena mencoba memotret makanan tersebut.
“Katanya ada temannya yang mau foto, tapi tidak dibolehkan, terus HP-nya disita,” imbuhnya.
Kepala SDN Rong Tengah 4, Achmad Musyawaman, secara tegas menyangkal seluruh tudingan tersebut. Saat dikonfirmasi media Rabu (21/1/2026), pria yang akrab disapa Musa ini mengklaim bahwa pihaknya telah menjalankan prosedur pengecekan yang ketat.
“Saya baru tahu informasi ini dari sampean. Tidak ada pihak kami menyita HP, dan terkait makanan basi ini kami tidak tahu. Kami sudah mengecek (penyortiran) sebelumnya,” tegas Musa.
Meski memberikan klarifikasi, Musa menunjukkan sikap keberatan untuk direkam suaranya oleh pihak media selama sesi wawancara berlangsung.
Senada dengan pihak sekolah, Kepala SPPG Dalpenang, Attoulloh (Atok), mengaku belum menerima laporan resmi terkait ketidaklayakan makanan. Ia menegaskan bahwa selama ini koordinasi dengan SDN Rong Tengah 4 berjalan tanpa kendala.
“Kalau soal itu saya tidak tahu, Mas. Karena urusan saya dengan kepala sekolah. Selama ini saya tidak pernah ada keluhan dari Kepala Sekolah SDN Rong Tengah 4,” jelas Atok.
Munculnya dua versi keterangan yang bertolak belakang ini semakin memperkuat desakan publik agar pihak berwenang melakukan evaluasi transparan.
Hal ini dinilai penting untuk menjamin bahwa Program MBG yang merupakan program nasional benar-benar aman dikonsumsi dan bebas dari praktik intimidasi di lingkungan sekolah. (van/ady)
No Comments