
Foto: saat KNPI Pamekasan audiensi di Ruang Wahana Wicaksana Praja Pamekasan, (dok/detektifjatim). PAMEKASAN, Detektifjatim.com – Pengurus Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Pamekasan gelar audiensi pada pemangku program Makan Bergizi Gratis (MBG) setempat, di Ruang Wahana Wicaksana Praja, Selasa (28/4/2026).
Kedatangan KNPI ini, untuk menanyakan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) anaerob-aerob dapur SPPG se-Pamekasan.
Ketua KNPI, Haidar Ansori mengatakan, semestinya dapur bisa beroperasi jika telah memiliki IPAL.
“Secara aturan, seharusnya IPAL itu diurus terlebih dahulu lalu Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), baru bisa beroperasi,” katanya.
Sambung Haidar, yang terjadi di Pamekasan saat ini, dapur tidak memiliki IPAL hanya SLHS namun tetap maksa beroperasi.
“Dari 120 dapur yang beroperasi, hanya tujuh yang memiliki IPAL, sisanya tidak ada. Ini kan lucu,” tambahnya.
Keterangan Haidar, ia meminta Korwil MBG Pamekasan agar segera melakukan tindakan kebawah agar dapur di Pamekasan mengurus IPAL tersebut.
“Kalau tetap tidak terselesaikan lebih baik ditutup saja, karena ini menyangkut siswa dan hak orang banyak,” terangnya.
Sementara itu menemui audiensi KNPI, Korwil MBG Pamekasan, Hariyanto Rahmansyah Tri Arif menyampaikan, dari total 128 dapur yang ada, telah memiliki IPAL konvensional.
“Cuma terjadi perubahan dapur harus memiliki IPAL anaerob-aerob, itu lagi proses,” tuturnya.
Kata Hariyanto, perubahan IPAL konvensional ke IPAL anaerob-aerob atas permintaan Badan Gizi Nasional (BGN).
“Dengan adanya perubahan itu kami akan melakukan sosialisasi pada hari kamis, ditunggu saja progresnya,” tutupnya. (azm/ady).
No Comments