
PAMEKASAN, Detektifjatim.com – Bupati Pamekasan KH Kholilurrahman turut menyikapi beredarnya dugaan jual beli jabatan seharga Rp150 juta di lingkungan Pemkab Pamekasan.
Kiai Kholil mengatakan bahwa namanya dugaan belum tentu benar adanya, sehingga ia tidak terlalu menyikapi.
“Saya itu menyikapi dugaan, percuma lah, namanya juga dugaan,” katanya, usai mengikuti Rapat Paripurna Harjad ke-496, Selasa (3/11/2026) siang.
Kata Kiai Kholil, dugaan jual beli tersebut agar diberitakan dan dilaporkan agar terang benderang.
“Silahkan dilaporkan, diberitakan. Yang jelas seperti ini sepengetahuan saya tidak ada jual beli, kecuali sembunyi-sembunyi,” terangnya.

Kiai Kholil menambahkan, jika sudah memerintahkan Kepala Dinas (Kadis) terkait supaya memanggil pihak yang disebut oleh pendemo.
“Biar nanti ditangani oleh kepala dinasnya, Inspektorat, BKPSDM, nanti hasilnya baru mereka lapor ke saya,” tukasnya.
Diberitakan sebelumnya, Aktivis Barisan Pemuda Revolusi (BAPER) Pamekasan lakukan Pengaduan Masyarakat (Dumas) dugaan jual beli jabatan senilai Rp150 juta di lingkungan Pemkab Pamekasan, Jumat (30/10/2026) lalu.
Pada Dumas tersebut, aktivis BAPER menyetorkan sejumlah 16 nama-nama pejabat yang diduga terlibat skandal jual beli jabatan.
Dari 16 nama tersebut, aktivis BAPER menduga mereka di motori oleh dua orang yang berinisial RJ berstatus pegawai Puskesmas dan A yang diduga orang dekat bupati. (azm/ady).




Tinggalkan Balasan