
PAMEKASAN, Detektifjatim.com – Lembaga Pendidikan Islam Abdurrahman Bil Faqih (LPI ABFA) Pamekasan menggelar pawai budaya bertajuk ‘Menyongsong Indonesia Emas’, Minggu (1/11/2026).
Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkenalkan kekayaan budaya Nusantara sekaligus menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada generasi muda.
Pawai yang dimulai pukul 06.30 WIB itu mengambil titik pemberangkatan di Monumen Arek Lancor dan berakhir di SMAN 2 Pamekasan. Sepanjang rute, peserta menampilkan beragam atraksi seni dan budaya yang menarik perhatian masyarakat.
Kemegahan acara semakin terasa dengan keterlibatan 10 grup musik daul, yakni Semut Ireng, Laskar Subur Makmur 99, Jokomaro, Sekar Kedaton, Gong Mania, Putra Keraton, Laskar Nada, Mahaputra, Dhoe Angien, dan Mahardika.
Tidak hanya pertunjukan musik tradisional, pawai tersebut juga dimeriahkan kesenian kuda jaran kencak, kereta kencana, serta becak hias. Beragam penampilan itu menghadirkan nuansa budaya lokal yang berpadu dengan kekayaan tradisi Nusantara.

Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Pamekasan, Akhmad Zaini, hadir mewakili Bupati Pamekasan sekaligus menyampaikan sambutan dalam kegiatan tersebut.
Dalam sambutannya, Akhmad Zaini mengapresiasi langkah LPI ABFA yang menghadirkan kegiatan pendidikan melalui pendekatan kebudayaan. Menurutnya, pelestarian tradisi perlu diperkenalkan sejak dini agar generasi penerus tidak kehilangan identitas dan jati diri bangsa.
“Pemerintah Kabupaten Pamekasan sangat mengapresiasi kegiatan pawai budaya yang diselenggarakan LPI ABFA. Kegiatan ini menjadi bentuk nyata kepedulian lembaga pendidikan dalam menjaga dan memperkenalkan kekayaan budaya bangsa kepada generasi muda,” ungkap Akhmad Zaini dalam sambutannya.
Ia berharap kegiatan tersebut tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga memberikan nilai edukasi bagi peserta didik.
“Kami berharap melalui kegiatan seperti ini, anak-anak tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga tumbuh menjadi generasi yang berkarakter, mencintai budaya, serta memiliki semangat untuk menyongsong Indonesia Emas 2045,” tambahnya.
Sementara itu, Habib Muhammad Bil Faqih selaku pengasuh sekaligus pimpinan utama Yayasan Al-Faqih yang menaungi LPI ABFA Pamekasan memberikan respons positif atas terselenggaranya pawai budaya tersebut.
Menurutnya, kegiatan ini merupakan bagian dari proses pendidikan yang tidak terbatas pada pembelajaran formal di dalam kelas. Melalui keterlibatan langsung dalam kegiatan kebudayaan, peserta didik dapat belajar mengenai keberagaman, kebersamaan, kreativitas, serta pentingnya menjaga warisan leluhur.
“Pawai budaya ini bukan sekadar kegiatan seremonial atau hiburan, melainkan bagian dari pendidikan karakter bagi anak-anak dan generasi muda. Kami ingin memberikan ruang kepada peserta didik untuk mengenal keberagaman budaya Indonesia, menumbuhkan rasa percaya diri, serta membangun kecintaan terhadap warisan leluhur,” tutur Habib Muhammad Bil Faqih.
Ia juga berharap kegiatan tersebut mampu memberikan kontribusi positif dalam membentuk generasi yang memiliki keseimbangan antara pengetahuan, nilai keagamaan, dan kecintaan terhadap bangsa.
“Harapan kami, melalui kegiatan ini lahir generasi yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan dan agama, tetapi juga berakhlak, kreatif, dan memiliki kepedulian terhadap budaya bangsa,” lanjutnya.
Melalui penyelenggaraan pawai budaya ini, LPI ABFA Pamekasan ingin mengambil bagian dalam mempersiapkan generasi Indonesia Emas. Tidak hanya berorientasi pada kecerdasan intelektual, tetapi juga penguatan akhlak, karakter, kreativitas, serta kesadaran untuk melestarikan kebudayaan bangsa. (*).




Tinggalkan Balasan