
PAMEKASAN, detektifjatim.com – Aktivis Barisan Pemuda Revolusi (BAPER) Pamekasan lakukan Pengaduan Masyarakat (Dumas) dugaan jual beli jabatan senilai Rp150 juta di lingkungan Pemkab Pamekasan, Jumat (30/10/2026) siang.
Dumas ini buntut aksi demonstrasi yang tidak ditemui oleh Bupati Pamekasan, Jumat (30/10/2026) pagi.
Ketua BAPER, Umar Varuq menyampaikan, dumas tersebut sebagai tindak lanjut pengawalan atas dugaan jual beli jabatan di lingkungan Pemkab Pamekasan.
“Kami kesini untuk Dumas dugaan jual beli jabatan yang dilakukan oleh RJ dan A,” katanya.
Umar menjelaskan, ketika tidak di Dumaskan ke pihak yang berwajib, dikhawatirkan kejadian tersebut berulang dan menjadi isu liar yang dianggap biasa.

“Kenapa kami harus Dumas, supaya klir. Data dan nama-nama sudah kami setor,” tegasnya.
Menurut Umar, modus RJ dan A, mereka mengaku dekat dengan bupati dan datang ke sejumlah OPD kemudian menawarkan jabatan.
“Mereka menarik uang dan menjanjikan masuk ke instansi. Saya sudah mengantongi beberapa nama yang dibawa oleh keduanya,” terangnya.
Kata Umar, saat ini berkisar 20 korban telah membayar pada dua orang yang mengaku dekat dengan Bupati Pamekasan tersebut.
“Mereka berdua berinisial RJ dan A. Harganya Rp150 juta. Mereka ngaku dekat dengan bupati,” jelasnya.
Umar mengatakan RJ dan A diduga merupakan kerabat Bupati Pamekasan.
Secara jabatan, kata Umar, RJ diketahui merupakan staf salah satu Puskesmas di Pamekasan. Sedangkan A tidak memiliki jabatan apapun.
“RJ dan A sama-sama kerabat bupati,” terangnya.
Sementara itu, saat dikonfirmasi, Kapolres Pamekasan melalui Kasi Humas Polres Pamekasan, IPDA Yoni Evan Pratama menyampaikan, bakal mengecek Dumas tersebut.
“Coba saya konfirmasi dulu mas,” singkatnya. (azm/ady).




Tinggalkan Balasan