x

KKN Kolaboratif Gapurana Sumenep Sulap Limbah Ternak Jadi Pupuk Organik

waktu baca 2 menit
Kamis, 13 Agu 2026 16:59 42 Jurnalis

SUMENEP, Detektifjatim.com -Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif Antar PT di Desa Gapurana mengajak masyarakat memanfaatkan limbah kotoran sapi dan kambing menjadi pupuk organik.

Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan sosialisasi dan praktikum pembuatan pupuk organik yang berlangsung di Balai Desa Gapurana, Minggu (9/8/2026).

Kegiatan tersebut mengusung tema “Membangun Pertanian Berkelanjutan melalui Pemanfaatan Limbah Kotoran Sapi dan Kambing.”

Pada kegiatan ini diikuti Kepala Desa Gapurana Andiwarto, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Tri Sutrisno, aparatur desa, para Kepala Dusun, tokoh masyarakat, serta warga yang terdiri dari petani dan peternak lokal.

Kepala Desa Gapurana, Andiwarto mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN yang menghadirkan kegiatan berbasis praktik tersebut.

Menurutnya, limbah kotoran sapi dan kambing sebenarnya cukup melimpah di Desa Gapurana, tetapi belum dimanfaatkan secara maksimal karena keterbatasan pengetahuan masyarakat mengenai pengolahannya.

“Saya sangat mengapresiasi dan menyambut baik inisiatif adik-adik mahasiswa KKN. Masalah limbah kotoran ternak sapi dan kambing di desa kita ini sebenarnya melimpah, namun selama ini belum dimanfaatkan secara optimal karena keterbatasan pengetahuan warga,” ujar Andiwarto.

Andiwarto menilai praktikum menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut karena masyarakat tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teoritis, tetapi juga dapat mengetahui secara langsung tahapan pengolahan limbah hingga menjadi pupuk.

“Antusiasme masyarakat terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Sejumlah warga mengungkapkan bahwa kotoran ternak selama ini umumnya hanya ditumpuk hingga mengering atau langsung dibuang ke lahan,” paparnya.

Sementara itu, pemateri kegiatan tersebut Yoga Izzul Haq menjelaskan, proses fermentasi menjadi salah satu bagian penting dalam pengolahan limbah ternak. Proses tersebut ditujukan untuk membakar zat racun dan gulma serta mengaktifkan mikroorganisme yang bermanfaat bagi tanah.

Sambung Yoga, pengolahan tersebut diharapkan dapat membantu menjaga kesuburan tanah pertanian sekaligus mendukung pertanian berkelanjutan di Desa Gapurana.

“Pengolahan limbah kotoran sapi dan kambing melalui fermentasi ini bertujuan untuk membakar zat racun dan gulma, serta mengaktifkan mikroorganisme baik,” jelas Yoga. (*).

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x