
Foto: suasana saat aktivis senior Pamekasan taburi uang Kadinkes Pamekasan (dok/detektifjatim). PAMEKASAN, detektifjatim.com – Momen menegangkan terjadi saat aksi aktivis senior Pamekasan berkaitan dengan layanan BPJS dan Universal Health Coverage (UHC).
Pasalnya, sejumlah aktivis senior taburi uang ke Kepala Dinas (Kadinkes) Pamekasan, Saifudin.
Hal tersebut dilakukan sejumlah aktivis, usai ibu Saomi (43) asal Larangan Badung Palengaan yang meninggal dunia di RSUD Smart Pamekasan, namun mayatnya masih ditahan lantaran diduga tidak membayar biaya rumah sakit sebesar Rp800 ribu.
“Kurang ajar kalian, ini saya bayar, cepat pulangkan mayat ibu Saomi” kata salah satu aktivis senior, Samhari.
Disaat yang sama, Korlap aksi Iwan mengatakan, Pemkab Pamekasan harusnya memiliki rasa empati, apalagi beberapa kejadian kesehatan terjadi hingga masyarakat Pamekasan meninggal dunia.
“Dimana empati kalian pak, bayangkan itu keluarga kalian. Hanya Rp800 ribu, ini saya bayar, pulangkan mayat itu,” teriak Iwan.
Sementara itu, pantauan dilokasi, Kadinkes Pamekasan Saifudin lansung menelfon pihak RSUD Smart Pamekasan untuk menanyakan hal tersebut.
Dalam telfon yang terdengar, Kadinkes bertanya kepada pihak RSUD, “benar kejadian ini (tanya kadinkes), “Benar pak, ibu tersebut bukan melalui BPJS tetapi melalui umum (jawab seorang ditelfon tersebut).
“Segera di proses untuk dipulangkan” kata Saifudin.
Atas demo yang berlansung 4 jam ini, aktivis ditemui Sekda Pamekasan dan pimpinan OPD sehingga menghasilkan SE layanan gratis bernomor 400.7/1473/432.302/2026 tentang Pembebasan Biaya Pelayanan Kesehatan Selama Masa Universal Health Coverage (UHC) cut off. (azm/ady).

Tidak ada komentar