x

Bupati Pamekasan Minta Maaf Atas Isu Tampar Ajudan

waktu baca 2 menit
Rabu, 19 Agu 2026 13:15 114 Jurnalis

PAMEKASAN, Detektifjatim.com — Dugaan tindakan kekerasan menyeret nama Bupati Pamekasan KH Kholilurrahman terhadap seorang ajudan berinisial DS kini menjadi perbincangan di media sosial.

Informasi tersebut mencuat setelah akun tiktok @Matrawi mengunggah konten yang menyebut adanya dugaan ajudan ditampar. Unggahan itu pun memantik berbagai reaksi dari ratusan warganet.

@Matrawi juga mengunggah tulisan yang menyebut Bupati Pamekasan diduga menampar ajudannya hingga dua kali.

Korban dalam peristiwa tersebut alumni Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) berinisial DS.

Unggahan itu kemudian ramai dikomentari warganet. Sejumlah pengguna media sosial bahkan mempertanyakan dugaan tindakan tersebut dan mendorong agar persoalan itu diusut jika benar terjadi.

“Ka ator bapak bupati. Ambuih nampeleng ajudan. Genikah ni’bini’. Dele dukale ekebei leng tampelengan. Anikah pegawai negara Benni budu’un empean,” tulis Matrawi dalam unggahannya, Senin (17/8/2026).

Keterangan akun tersebut, peristiwa terjadi di Pendopo Bupati Pamekasan, sebelum pelaksanaan rangkaian acara HUT Kemerdekaan RI.

“Jadi Istri muda mengadakan acara HUT, selalu nelfon bupati, karena ini itu, dan bupati liat lantai kotor, akhirnya tampar DS,” ujarnya.

Kata @Matrawi kejadian itu diduga disaksikan sejumlah pejabat yang berada di lokasi, termasuk ketua DPRD Pamekasan, dan beberapa kepala organisasi perangkat daerah (OPD).

“Waktu itu banyak pejabat yang melihat. Kejadiannya di pendopo, sebelum acara HUT RI,” paparnya.

Sementara itu, Bupati Pamekasan, KH Kholilurrahman mengatakan, bahwa isu tersebut tidak benar.

“Sangat tidak benar. Memang ya biasa saya marahi. Orang tua ya biasa,” tuturnya, Rabu (19/8/2026).

Sambung Kiai Kholil, pihaknya sudah bertemu dan saling bermaaf-maafan.

“Beliau sudah menemui saya dan sudah minta maaf dan maaf-maafan. Jadi sekali lagi tidak ada masalah,” terangnya.

Terpisah, saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, terduga korban ajudan yang ditampar berinisial DS tidak memberikan tanggapan. (udi/ady).

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x