x

Hadiri Sarasehan AJP, Anggota DPR RI Kenang Kampus UIN Madura Hingga Bertemu Suami

waktu baca 3 menit
Senin, 27 Jul 2026 15:45 15 Moh Azmi

PAMEKASAN, Detektifjatim.com – Anggota komisi VIII DPR RI, Hj Ansari kenang saat duduk di kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Madura.

Kenangan ini diceritakan Hj Ansari saat menjadi keynote speaker pada Sarasehan Literasi dan Kajian Buku Pamekasan Mencari Identitas oleh Aliansi Jurnalis Pamekasan (AJP) yang sekaligus bagian peringatan Hari Lahir ke-60 UIN Madura, Senin (27/7/2026).

Hj Ansari menyampaikan, selamat hari lahir ke-60 UIN Madura. Menurutnya, 60 tahun bukanlah usia yang singkat perjalanan panjang dalam mengabdi kepada bangsa melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

“Saya berharap UIN Madura terus tumbuh menjadi pusat keunggulan akademik yang melahirkan generasi berilmu, berakhlak, dan mampu memberikan solusi bagi berbagai persoalan masyarakat,” paparnya.

Sambung Hj Ansari, momen menjadi keynote speaker pada kegiatan tersebut menjadi sangat istimewa. Pasalnya, dirinya pernah duduk dikampus UIN yang dulu masih bernama STAIN Pamekasan.

“Kembali ke almamater selalu menghadirkan kenangan sekaligus rasa syukur. Di kampus inilah saya ditempa untuk mencintai ilmu pengetahuan, menghargai perbedaan pandangan, dan memahami bahwa pendidikan bukan hanya tentang memperoleh gelar, tetapi juga membangun karakter, integritas, dan semangat pengabdian kepada masyarakat. Karena itu, berdiri di podium ini terasa seperti pulang ke rumah sendiri,” sambungnya.

Ia bercerita, kampus UIN memiliki makna yang jauh lebih dalam daripada sekadar tempat menimba ilmu. Di STAIN Pamekasan, yang kini telah bertransformasi menjadi UIN Madura saya bertemu dengan pendamping hidup saya, Bapak Taufadi, yang saat ini mengemban amanah sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Pamekasan.

“Kami dipertemukan sebagai sesama mahasiswa sekaligus sesama aktivis kampus, bersama-sama kami belajar, berdiskusi, berorganisasi, dan menempa diri dalam berbagai aktivitas kemahasiswaan. Dari kampus inilah tumbuh semangat pengabdian, persahabatan, cita-cita, hingga akhirnya Allah SWT mempersatukan kami dalam ikatan pernikahan,” paparnya.

Hj Ansari mengatakan, oleh karenanya, ia kembali ke UIN selalu teringat bahwa kampus bukan hanya tempat mencari ilmu dan meraih gelar. Kampus adalah ruang yang membentuk karakter, mempertemukan orang-orang dengan cita-cita yang sama, melahirkan gagasan-gagasan besar, bahkan menjadi tempat dimulainya perjalanan hidup seseorang.

“Saya percaya, mahasiswa UIN Madura yang hadir di ruangan ini pun sedang menulis sejarah hidupnya masing-masing. Siapa yang tahu, dari kampus ini akan lahir para ulama, akademisi, peneliti, jurnalis, pemimpin, maupun pasangan hidup yang kelak bersama-sama mengabdikan diri untuk agama, masyarakat, bangsa, dan negara,” tambahnya.

Hj Ansari menuturkan, mengapresiasi AJP atas lahirnya buku Pamekasan Mencari Identitas. buku ini bukan sekadar kumpulan tulisan atau dokumentasi sejarah, melainkan sebuah ikhtiar intelektual untuk merawat ingatan kolektif masyarakat Pamekasan.

“Suatu daerah dapat kehilangan banyak hal. Bangunan dapat berubah, pemimpin dapat berganti, bahkan zaman terus bergerak. Namun ada satu hal yang tidak boleh hilang, yaitu ingatan tentang jati dirinya,” tuturnya.

Ansari menyampaikan, Buku Pamekasan Mencari Identitas mengingatkan kita bahwa sejarah bukan untuk dipuja sebagai romantisme masa lalu, tetapi dipahami sebagai sumber pelajaran dalam membangun masa depan yang lebih baik.

“Saya apresiasi kepada AJP atas dedikasinya memperkuat budaya literasi melalui penerbitan buku Pamekasan Mencari Identitas. Semoga ikhtiar ini menjadi amal jariyah dan menginspirasi lahirnya lebih banyak karya yang merekam sejarah, menjaga identitas, dan menguatkan peradaban,” tukasnya. (azm/ady).

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x