x

Diduga Gangguan Jiwa, Ibu di Pamekasan Aniaya Anak Kandung Hingga Meninggal

waktu baca 2 menit
Senin, 17 Agu 2026 15:27 94 Jurnalis

PAMEKASAN, Detektifjatim.com – Seorang ibu DA (31) asal Kecamatan Pademawu Pamekasan diduga membunuh anak kandungnya TD, Senin (17/8/2026) siang.

Diketahui, DA memiliki tiga anak, dan TD masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD).

Kapolres Pamekasan melalui Kasihumas Polres Pamekasan IPDA Yoni Evan Pratama membenarkan adanya peristiwa tragis tersebut.

“Memang benar. Korban meninggal dunia merupakan anak perempuan berusia 10 tahun, dan terduga pelaku adalah ibu kandungnya sendiri,” ungkapnya.

Menurutnya, keterangan awal dari pihak kepolisian, peristiwa bermula sekitar pukul 10.30 Wib ketika pelaku menyuruh ibundanya (nenek korban) untuk membeli jajan bersama kedua anaknya.

“Saat situasi rumah sepi dan hanya ada pelaku serta korban, aksi penganiayaan tersebut diduga terjadi,” katanya.

Sambung IPDA Evan, sekitar pukul 11.00 WIB, nenek korban yang baru kembali mendapati korban sudah tergeletak di teras depan rumah dalam kondisi bersimbah darah. Korban sempat dilarikan warga ke Puskesmas Pademawu dan dirujuk ke RSUD Smart Pamekasan, namun nyawanya tidak tertolong.

“Saat nenek korban kembali ke rumah usai membawa korban ke fasilitas medis, rumah dalam keadaan terkunci dari dalam. Warga bersama pihak kepolisian lantas mendobrak pintu dan mendapati terduga pelaku berada di dalam rumah masih memegang sebilah pisau. Pelaku langsung berhasil disergap dan diamankan,” jelasnya.

IPDA Evan menyampaikan, berdasarkan keterangan pihak keluarga dan saksi-saksi di TKP, terduga pelaku diketahui memiliki riwayat medis gangguan jiwa.

Keterangan Evan, meski sempat sembuh, kondisi kejiwaan pelaku dilaporkan kambuh dalam empat hari terakhir dan masih dalam masa konsumsi obat penenang/jiwa.

“Saat ini terduga pelaku beserta barang bukti sebilah senjata tajam telah kami amankan di Mapolres Pamekasan. Penyidik Satreskrim Polres Pamekasan saat ini tengah melakukan pemeriksaan mendalam, termasuk berkoordinasi dengan tim medis/psikiater untuk melakukan observasi resmi terkait kondisi kejiwaan terduga pelaku,” tutupnya. (azm/ady).

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x