
BANGKALAN, detektifjatim.com – Seorang siswi kelas 5 SDN Banyuajuh 2, Kecamatan Kamal, Kabupaten Bangkalan berinisial KLA (11) diduga jadi korban pelecehan seksual oleh oknum yang diduga merupakan anggota komite sekolah berinisial IBR, warga Perumnas Kamal, Bangkalan.
Peristiwa itu terjadi pada Sabtu, 17 Januari 2026, sepulang sekolah. Saat itu, korban keluar dari rumah neneknya yang tak jauh dari sekolahnya.
Saat itu, korban keluar hendak membeli esteh yang tak jauh dari rumah terduga pelaku. Sesampainya di depan rumah terduga pelaku, korban dipanggil oleh pelaku untuk bersalaman. Saat itu, terduga pelaku sedang duduk di teras rumahnya.
Karena korban mengenal terduga pelaku yang kebetulan sempat menjadi pelatih grak jalan korban, korban menghampiri terduga pelaku untuk bersalaman.
Namun setelah bersalaman, terduga pelaku meminta untuk menciun korban, namun korban menolak. Karena ditolak, korban kemudian ditarik ke dalam ruang tamu rumah terduga pelaku.
Sesampainya di dalam ruang tamu, pelaku langsung menciumi pipi kanan dan kiri korban. Bahkan terduga pelaku hendak mencium bibir korban dan akan memperkosa korban. Namun korban melawan dan berhasil lepas dari terduga pelaku yang kemudian berlari keluar.
Setelah keluar, korban kemudian menuju tempat penjual esteh untuk membeli esteh. Saat hendak pulang, terduga pelaku menunggu korban dan hendak menghampiri korban.
Korban ketakutan dan menangis, sehingga penjual esteh membawa korban ke dalam rumahnya untuk ditenangkan. Setelah itu penjual esteh tersebut memberitahu keluarga korban agar dijemput.
Korban kemudian dibawa pulang oleh orang tuanya dan menceritakan dugaan tindakan tidak pantas yang dialaminya kepada keluarganya.
Mendengar cerita anaknya tersebut, keluarga korban akhirnya melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian untuk diselidiki dan diproses secara hukum.
“Pada hari itu juga kami langsung melapor. Kami berharap ini bisa segera diproses sesuai hukum,” ujar Ibu korban, Novita Maulina, Selasa (05/05/2026).
Novita menambahkan, Sejauh ini, proses penanganan perkara masih berjalan. Polisi telah memeriksa korban, orang tua, serta sejumlah saksi yang berada di sekitar lokasi kejadian. Surat panggilan terhadap terduga pelaku juga telah dilayangkan.
Di balik proses hukum yang berjalan, kondisi psikologis korban menjadi perhatian keluarga. Novita menyebut, anaknya kini mengalami perubahan perilaku dan rasa takut, terutama saat berhadapan dengan orang yang lebih tua.
“Sekarang anak saya jadi takut. Pulang sekolah saja tidak berani sendiri, harus ditemani,” tuturnya.
Keluarga berharap penanganan kasus ini dilakukan secara serius dan tuntas, sekaligus menjadi peringatan agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
“Harapan kami jelas, kasus ini diproses sesuai hukum yang berlaku dan tidak ada lagi korban lain,” pungkasnya.
Sementara itu, kepala sekolah SDN Banyuajuh 2, Isa Ansori mengaku belum mengetahui peristiwa yang menimpa anak didiknya tersebut, sehingga tidak bosa memberikan keterangan lebih lanjut.
“Maaf, belum ada yang konfirmasi sama saya,” Jawabnya singkat saat dihubungi melalui pesan whatsapp. (san/ady)
No Comments