x

Putus Rantai Kekerasan, Women Center Sumenep Gelar Aksi Simbolik Internasional Women’s Day

2 minutes reading
Sunday, 15 Mar 2026 09:37 26 detektif_jatim

SUMENEP, Detektifjatim.com – Women Center Sumenep berkomitmen putus rantai kekerasan berbasis gender, ini dibuktikan dengan gelaran Aksi Simbolik dalam rangka memperingati Internasional Women’s Day di area Taman Bunga Sumenep pada Sabtu, (14/03/2026).

Dalam kegiatan itu Women Center Sumenep mengangkat tema ‘Give to Gine’ sebuah gerakan yang menekankan pada aksi nyata berupa dedikasi waktu, pengetahuan dan lainnya, sebagaimana dalam kampanye International Women’s Day 2026.

Uniknya, aksi ini menjadi gebrakan pertama yang melibatkan beberapa organisasi dari berbagai latar belakang sebagai kolaborator dengan antusiasme yang solid.

Beberapa kolaborator yang tergabung diantaranya LBH Achmad Madani, KPI Sumenep, Pioner Indonesia, Setara Perempuan, LKK PCNU Sumenep, PII Sumenep, PMII Sumenep, Binar JHS, FPR Sumenep, dan PII-Wati Sumenep.

Aksi kolaborasi ini dikemas dengan mimbar refleksi, women charity melalui open donasi bagi korban kekerasan & pelecehan seksual serta bagi-bagi pembalut gratis.

Sajian ini sebagai bentuk kepedulian dan kritik mengingat kasus kekerasaan masih belum mendapat perhatian yang inklusif dari masyarakat lintas sektor. Bahkan sanitasi menstruasi bagi remaja masih minim akses di beberapa daerah terpencil. Itulah sebabnya dalam aksi ini, Women Center Sumenep berkomitmen untuk dapat menyentuh lapisan masyarakat agar dapat memutus rantai kasus kekerasan berbasis gender.

Aliya Zahra koordinator Women Center Sumenep menegaskan gerakan ini bukan aksi euforia semata, melainkan bentuk kepedulian dan kritik atas kasus kekerasan di Sumenep yang belum mendapat perhatian intensif.

“Ini menjadi salah satu gerakan yang menguatkan komitmen kami untuk dapat memutus rantai kekerasan berbasis gender,” katanya.

Dengan hangatnya area taman bunga Sumenep, masyarakat, para relawan dan aktivis turut meramaikan aksi simbolik itu. Mereka tidak sekadar hadir namun juga turut menandatangani komitmen anti kekerasan seksual sebagai simbol bahwa lingkungan ramah perempuan dan anak adalah ruh keadilan dan kemajuan, sehingga ini bukan akhir melainkan awal dari perjuangan.

Di tempat yang sama, Zakiyatul wahdania Taulina Ketua Pioner Indonesia sebagai salah satu kolaborator Women Center Sumenep mengatakan ini menjadi awal dari gerakan perempuan yang berkelanjutan untuk menumpas ketidakadilan dan ketidaksetaraan di Madura.

Formulasi ini diharapkan dapat membuka ruang diskusi yang inklusif tanpa menciderai identitas lokal yang ada,” paparnya. (Zun/Azm)

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

LAINNYA
x