
LUMAJANG, detektifjatim.com–Jalur sepi yang menghubungkan Joho menuju Tegir kembali memakan korban. Seorang karyawati, Yulita (23), menjadi korban penjambretan sadis saat dalam perjalanan pulang kerja pada Senin (19/1) malam sekitar pukul 20.30 WIB. Korban terjatuh dari motor setelah dipepet dan tasnya ditarik paksa oleh pelaku di area yang minim penerangan.
Kejadian bermula saat Yulita melintasi area persawahan setelah melewati jembatan pemancingan dekat SD Assuniyah. Korban mengaku sudah merasa dibuntuti oleh seorang pria misterius yang mengendarai sepeda motor matic.
Setibanya di gang masuk Desa Karang Panas yang gelap, pelaku langsung beraksi hingga membuat korban tersungkur ke aspal dan membawa kabur ponsel senilai Rp3,8 juta beserta sejumlah uang tunai.
Atas kejadian tersebut, korban dengan didampingi oleh Kantor Hukum Anton Sujatmiko hari ini secara resmi telah mendatangi Mapolsek Pasirian untuk melaporkan musibah yang menimpannya.
Daffa Akbar Paralegal dari Kantor Hukum Anton Sujatmiko menegaskan bahwa pendampingan ini dilakukan agar hak-hak korban terpenuhi dan pelaku segera ditangkap.
“Kami mendesak agar kasus ini diusut tuntas. Kejadian ini sangat traumatis bagi korban, apalagi jalur tersebut merupakan akses utama warga pulang kerja. Keamanan di sana harus menjadi prioritas,” tegasnya.
Situasi keamanan di jalur tersebut ternyata memang sedang dalam kondisi rawan. Petugas SPKT, Nur Anwar, saat dikonfirmasi langsung oleh media membenarkan bahwa aksi kriminalitas dengan modus serupa telah terjadi berulang kali dalam waktu singkat di wilayah tersebut.
“Ini sudah yang kedua di bulan Januari ini, kasusnya sama,” ungkap Nur Anwar secara langsung kepada awak media.
Merespon laporan korban dan fakta kerawanan tersebut, pihak kepolisian terpantau langsung bergerak cepat menuju lokasi kejadian (TKP) di Desa Karang Panas untuk melakukan penyisiran. Selain olah TKP, pihak kepolisian juga menyatakan akan memperketat patroli di jam-jam rawan di sepanjang jalur Joho-Tegir guna mempersempit ruang gerak pelaku kriminal.
Kejadian ini menjadi peringatan keras bagi masyarakat, khususnya bagi pengendara yang melintas pada malam hari. Adanya pengakuan dari pihak kepolisian mengenai rentetan kasus serupa di bulan yang sama mempertegas perlunya perhatian serius terhadap pengamanan dan penerangan di sepanjang jalur penghubung desa tersebut. (c1/ady)
No Comments