
Sampah di TPS3R Bintang Jaya yang sudah dipilah siapa dijual
Pamekasan, detektifjatim.com – TPS3R Bintang Jaya, Dusun Doku Timur, Desa/Kecamatan Pakong, Pamekasan, mulai mengembangkan nilai ekonomi dari sampah yang dikumpulkan masyarakat.
Sampah yang masuk ke TPS3R terlebih dahulu dipilah oleh petugas. Sampah organik diarahkan untuk pengembangan kompos dan pupuk organik cair (POC), sedangkan sampah nonorganik yang memiliki nilai jual dikumpulkan untuk dijual.
Salah satu pengurus TPS3R Bintang Jaya, Akmaluddin, mengatakan, penjualan sampah nonorganik hingga saat ini masih belum dilakukan secara rutin.
“Untuk nonorganik memang dijual. Tetapi selama empat bulan ini baru sekali dilakukan penjualan,” katanya.
Kondisi tersebut disebabkan volume dan fasilitas yang dimiliki TPS3R masih terbatas. Pengelola juga masih fokus menjaga agar kegiatan pelayanan pengangkutan serta pemilahan sampah kepada pelanggan tetap berjalan.
TPS3R Bintang Jaya saat ini melayani sekitar 85 KK, 12 pertokoan dan lima SPPG. Dengan jumlah pelanggan tersebut, pengangkutan sampah dilakukan sekitar lima hingga enam kali dalam sehari.
Hasil dari kegiatan pengelolaan sampah diharapkan nantinya dapat memberikan pemasukan bagi keberlangsungan TPS3R.
Akmmaluddin mengatakan, pihaknya memiliki rencana agar pada April mendatang sudah mulai terlihat hasil atau laba dari kegiatan TPS3R. Jika kondisi keuangan mulai sehat, pengelola berencana membuka rekening atas nama kelompok.
“Kalau nanti sudah ada laba, kami sepakat membuat rekening. Harapannya juga bisa dilihat oleh bank sehingga ke depan ada peluang mendapatkan pinjaman untuk pengembangan,” ujarnya.
Namun, rencana tersebut tetap disesuaikan dengan kemampuan TPS3R. Saat ini sebagian anggaran masih harus digunakan untuk pemeliharaan fasilitas dan unit operasional.
Menurutnya, perawatan kendaraan menjadi salah satu kebutuhan yang cukup besar karena kondisi unit harus tetap dijaga agar kegiatan pengangkutan sampah tidak terganggu.
“Unit karena bagian depan dan belakangnya sudah membutuhkan perawatan, sehingga dana banyak terserap untuk pemeliharaan,” jelasnya.
Ke depan, pengelola berharap pengelolaan sampah dapat memberikan manfaat ekonomi sekaligus menjaga lingkungan di wilayah Pakong. (ady)

Tidak ada komentar