x

Kaki Mahasiswi IAIN Madura Terancam Diamputasi Gegara Tumor, APBD Pamekasan Bisa Jadi Penyelamat

waktu baca 3 menit
Sabtu, 6 Jul 2024 09:26 0 24 detektif_jatim

PAMEKASAN, detektifjatim.com – Kaki Siti Qomariyah, Mahasiswi Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) IAIN Madura terancam diamputasi gegara idap tumor bagian lutut. Mahasiswi asal Desa Ambat, Kecamatan Tlanakan, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur itu hanya bisa selamat dengan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Pamekasan

Mahasiswi semester delapan itu sudah dua Tahun terkena tumor. Saat ini, Qomariyah menunggu uluran Pemkab Pamekasan agar penyakitnya bisa diangkat.

Qomariyah viral usai Camat Tlanakan Pamekasan mengunggah fotonya di akun sosial media WhatsApp.

Ayah Siti Qomariyah Muhtar menuturkan, semula putrinya terjatuh hingga patah tulang, lalu dibawa ke sangkal putung dan sembuh. Selang beberapa waktu, ia kembali terjatuh dan patah tulang bagian lutut yang sama.

“Selang beberapa hari dari sangkal putung kedua, lututnya bengkak dan mengeluh kesakitan. Akhirnya saya bawa ke rumah sakit,” paparnya, Sabtu (6/7/2024).

Sambung Muhtar, kemudian ia berusaha mengobati putrinya hingga dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Slamet Martodirdjo (Smart) Pamekasan dibantu oleh Kepala Desa setempat.

“Saya dibantu pak kades untuk mengobati anak saya, namun terakhir kali pihak dokter di Surabaya mengatakan kaki anak saya harus diamputasi, namun saya berharap ada jalan lain agar anak saya tidak sampai diamputasi,” ujarnya.

Sementara Kepala Desa Ambat Moh. Sugianto saat ini sangat merasa iba dengan nasib warganya tersebut. Ia sudah membantu dengan semaksimal mungkin selama proses pengobatan dari RSUD Smart hingga ke RSUD Dr. Soetomo, Surabaya.

“Sudah kami fasilitasi, bolak balik ke Surabaya hingga sembilan kali kami antar dengan mobil SIGAP Desa. Namun terakhir orang tua dari adik Qomariyah ini tidak sanggup jika anaknya harus diamputasi,” jelasnya.

Akhirnya, Sugianto mencoba mencari informasi dari berbagai pihak agar Qomariyah tidak sampai diamputasi. Alhasil, ia menemukan rumah sakit Ortopedi di Solo Jawa Tengah.

“Namun kami kesusahan masalah biaya, kalau kami pemerintah desa tidak sanggup untuk membantu dari segi finansial sebab sangat mahal biayanya. Sedangkan beliau orang tua adik Qomariyah sehari-harinya hanya sebagai petani dan mengajar anak-anak ngaji di sekitar sini mas,” tuturnya.

Selama ini, Kata Sugianto, pihaknya sudah mencoba meminta bantuan dari pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan melalui Camat Tlanakan.

“Kalau menggunakan BPJS ini tidak bisa, karena bukan atas rujukan dari rumah sakit. Iya saya berharap dengan kondisi adik Qomariyah ini ada para donatur yang mau membantu agar bisa berobat tanpa harus diamputasi,” tukasnyaSiti

Sementara itu, Camat Tlanakan Nurhidayati Rasuli mengatakan, pihaknya sudah membantu untuk berkoordinasi dengan Pemkab dan juga dengan pihak Kampus IAIN Madura.

“Kemarin kami sudah bantu menguruskan penyelesaian KKN nya, pihak kampus sudah membolehkan Qomariyah ikut KKN di desanya. Karena kebetulan saat ini di Tlanakan kebagian untuk ditempatkan KKN,” singkatnya (Azm/ady).

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x