x

Abdul Aziz Salim Syabibi Eks Ketua DPD Nasdem Sumenep Setelah Dua Kali Gagal Nyaleg

2 minutes reading
Thursday, 20 Feb 2025 08:16 0 26 detektif_jatim

SUMENEP, detektifjatim.com Siapa yang tak kenal Abdul Aziz Salim Syabibi, masyarakat Sumenep mungkin sudah banyak mengenal pria asal Pulau Kangean tersebut.

Ya, Abdul Aziz adalah mantan ketua DPD Nasdem Sumenep. Aziz pernah maju dalam pemilihan legislatif 2014-2019 daerah pemilihan (dapil) Madura.

“Saya habis Miliaran waktu itu. Uang yang tidak kecil pada saat itu. Saya maju ke DPR RI karena suara saya bakal lebih didengar ketimbang daerah,” ujarnya.

Meski habis miliaran, Aziz tidak berhenti berjuang dan tidak menyesali perjuangannya. Pada 2019-2024 dia kembali maju sebagai calon legislatif (caleg) dapil Lamongan dan Gresik.


“2019 saya maju lagi. Lebih besar habisnya miliaran juga. Meski kalah lagi saya tidak akan berhenti berjuang di jalur politik,” paparnya.

Kekalahan dalam dua pileg itu bagian dari perjuangannya. Perjuangan menegakkan demokrasi yang benar dan memperbaiki negeri yang dia cintai adalah niat perjuangan untuk Allah SWT.

“Waktu pilbup (2024,Red) saya ikut konvensi dalam penjaringan calon bupati Sumenep di Demokrat, Nasdem sendiri dan partai lain,” ujarnya.

Karena Aziz tidak membayar mahar untuk mendapatkan rekomendasi, akhirnya dia tidak mendapatkan kendaraan untuk maju sebagai Bakal Calon Bupati 2024.

“Saya tidak mengeluarkan mahar, karena saya pengen mengubah kesadaran masyarakat Sumenep pelan-pelan tapi pasti,” ujarnya lagi.

Mantan Sekretarus Bintang Reformasi itu mengaku, sebagai eks ketua DPD Partai Nasdem dia tidak pernah meminta mahar kepada bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Sumenep yang akan maju pada kontestasi Pilkada. Bahkan, saat dia menjadi sebagai ketua aktif.

“Sebaliknya malah saya yang mengeluarkan uang untuk keperluan operasional. Soal ikut serta dalam pemilihan kalau ada uang saya pasti daftar,” semangatnya.

LAktivis LSM yang memperjuangkan Pemekaran Kab.Kepulau dari th.1998 s/d saat ini itu membandingkan perjuangan para pejuang kemerdekaan terdahulu. Meski banyak pribumi jadi tangan kanan penjajah, akhirnya sadar sendiri dan berhasil merebut kemerdekaan.

“Sadar sendiri, dan akhirnya ikut berjuang bersama untuk kemerdekaan Republik Indonesia,” tambam mantan pengurus partai Demokrat tersebut. (ady)

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

LAINNYA
x