PAMEKASAN, detektifjatim.com — Anggota Komisi II DPRD Pamekasan, Mahfudh berbagi pengalaman menjadi petani kekinian.

Ia bercerita bahwa sektor pertanian terbukti sangat menjanjikan apabila dikelola dengan penerapan strategi serta analisis yang tepat.

Pesan tersebut disampaikan Mahfudh saat hadir sebagai pemateri dalam kegiatan Masa Penerimaan Anggota Baru (MPAB) Aruna Forum Mahasiswa Palengaan Bersatu (FMPB), Jum’at (6/11/1026) lalu.

Dalam pemaparannya di hadapan calon anggota baru FMPB, Mahfudh membagikan kisah sukses dari pengalaman nyata budidaya cabai lombok yang pernah ia geluti pada tahun 2022 lalu.

Melalui modal awal senilai Rp80 juta, ia berhasil mengoptimalkan pengelolaan lahan seluas 1 hektar yang ditanami sekitar 25.000 pohon cabai.

 

“Dengan modal Rp80 juta dan kapasitas 25.000 tanaman atau sekitar 1 hektar pada waktu itu, saya bisa menghasilkan 1,2 miliar rupiah,” ujar Mahfudh.

Lebih lanjut, Mahfudh memaparkan, pencapaian fantastis tersebut dikalkulasikan berdasarkan akumulasi tonase hasil panen yang menyentuh angka kurang lebih 30 ton.

Menurutnya, seluruh proses pemetikan hasil pertanian ini berlangsung secara bertahap dalam kurun waktu total 4 bulan.

“Kalau cabai itu total prosesnya 4 bulan dan panen pertama mulai umur 90 hari. Sekali petik bisa dapat sampai 2 ton dan panennya bertahap selang dua hari sekali hingga 15 kali panen. Bahkan lebih kalau terus dirawat,” tambahnya.

Diketahui, selain cabai, saat ini Mahfudh yang merupakan Kader Partai Gerindra tersebut juga memiliki bisnis dibidang pertanian buah Melon dengan nama ”Napote Melon”. (azm/ady).