x

CV Ayunda dan Lapas Pamekasan Panen Perdana Ribuan Semangka

waktu baca 2 menit
Selasa, 15 Sep 2026 18:38 14 Jurnalis

PAMEKASAN, detektifjatim.com – Sebanyak 5.400 tanaman semangka golden yang dikembangkan di area Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pamekasan mulai memasuki masa panen, Selasa (15/9/2026).

Program itu ditandai dengan kegiatan “Pesta Petik Buah Semangka Gold” di Kebun SAE Farm Lapas Kelas IIA Pamekasan, Selasa (15/9/2026). Dalam pelaksanaannya, pihak lapas menggandeng CV Ayunda Permata Sejahtera serta sejumlah instansi dan kelompok tani.

Kepala Lapas Kelas IIA Pamekasan Sugeng Hardono mengatakan, pemanfaatan lahan tersebut menjadi bagian dari program ketahanan pangan sekaligus pembinaan kemandirian bagi warga binaan.

“Laporan kegiatan ini mengenai pemanfaatan lahan idel untuk ketahanan pangan dan pembinaan kemandirian bagi warga binaan. Dasarnya adalah UU Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan dan Asta Cita penguatan kemandirian pangan,” paparnya.

Sementara itu, Owner CV Ayunda melalui Manager Eksternal CV Ayunda Sejahtera, Samhari mengatakan, kemitraan tersebut dibangun dengan memanfaatkan lahan Lapas sekaligus melibatkan warga binaan dalam proses budidaya.

“Kebutuhan utama dari kerja sama antara CV Ayunda Sejahtera, perusahaan rokok binaan Bea Cukai Pamekasan, dengan Lapas IIA Pamekasan adalah pemanfaatan lahan di lingkungan Lapas yang dikerjasamakan dengan Kelompok Tani Sanren Pamekasan Keren,” ujar Samhari.

Menurut dia, warga binaan dilibatkan secara langsung dalam tahapan budidaya, mulai dari penanaman, perawatan hingga pemanenan. Proses tersebut mendapat pendampingan dari petani yang memiliki pengalaman di bidang pertanian.

Samhari manyampaikan, ukuran keberhasilan program tersebut bukan hanya dilihat dari hasil panen, tetapi juga dari keterampilan yang diperoleh warga binaan sebagai bekal setelah menyelesaikan masa pidananya.

“Kami berharap ini menjadi program yang tepat guna sekaligus berhasil guna. Bukan sekadar berjalan, tetapi benar-benar menghasilkan manfaat nyata. Hasil yang paling berharga adalah ketika warga binaan ini nanti bebas, mereka pulang membawa keterampilan nyata, bukan sekadar tangan kosong,” katanya.

Samhari menambahkan, pendampingan ini dilakukan mulai dari pemilihan benih, teknik pemupukan, perawatan tanaman hingga proses panen. Dengan pola tersebut, warga binaan memperoleh pengalaman praktik yang dapat menjadi salah satu modal keterampilan ketika kembali ke masyarakat.

Menurutnya, program itu juga diproyeksikan untuk dikembangkan ke sektor lain. Samhari menyebut pihaknya tengah merencanakan pembukaan lahan baru untuk kegiatan pertanian sekaligus pengembangan peternakan kambing di area belakang Lapas.

“Panen perdana ini menjadi rujukan awal. Mohon doanya, ke depan kami akan membuka lahan baru, tidak hanya pertanian, tetapi juga peternakan kambing di area belakang Lapas. Insyaallah berjalan lancar,” tutupnya. (azm/ady).

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x