

Foto: Menu MBG yang diduga dari dapur SPPG Yayasan Bintang Cahaya di Desa Majungan, Kabupaten Pamekasan (dok/detektifjatim). PAMEKASAN, Detektifjatim.com – Menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diduga berasal dari dapur SPPG Yayasan Bintang Cahaya di Desa Majungan, Kabupaten Pamekasan, menjadi perhatian.
Pasalnya, makanan yang dibagikan kepada anak-anak dan ibu hamil tersebut menggunakan bungkus kertas, bukan ompreng.
Seorang penerima mawar (nama samaran) menyebut, kemasan makanan itu menyerupai nasi berkat dalam acara tahlilan.
Ia juga mempertanyakan, besaran anggaran per porsi karena menu yang diterima dinilai kurang layak dan jauh dari harapan
“Kalau melihat kemasannya, seperti berkat tahlilan. Kami juga ingin tahu berapa nominal per porsinya, karena menu yang diberikan menurut saya sangat sedikit,” ujarnya, Selasa (20/10/26).
Menurut Mawar, Kondisi ini memunculkan pertanyaan mengenai standar penyajian, kualitas menu, serta biaya makanan yang disalurkan kepada penerima manfaat. Mengingat, menu yang serupa bukan keli pertama mereka dapatkan dengan porsi yang diduga tidak sesuai.
“Kejadian ini sudah lama, bukan hanya sekali yang seperti ini menunya, makanya kami penasaran berapa besaran anggarannya,” tuturnya.
Dalam foto dan video yang dikirim, terlihat menu MBG menggunakan bungkus kertas dengan porsi yang kecil. Tidak hanya nasi yang kecil, buah yang didapatkan juga satu iris semangka dengan ukuran kecil dan tanpa mendapatkan susu.
Menanggapi video tersebut, Satgas MBG Pamekasan Sukriyanto mengatakan akan menindaklanjuti setelah melaksanakan ibadah umrah.
“Saya masih umrah, simpan laporannya dulu, nanti pasti ditindaklanjuti,” singkatnya, Rabu (21/10/2026).
Sementara itu, upaya konfirmasi ke pihak SPPG Yayasan Bintang Cahaya sudah dilakukan, namun pihak yang bersangkutan belum memberikan tanggapan. (udi/ady).

Tidak ada komentar