x

TPS3R Bintang Jaya Gandeng UTM Kembangkan Pupuk Organik

waktu baca 2 menit
Jumat, 4 Sep 2026 12:22 40 detektif_jatim

Pamekasan, detektifjatim.com— TPS3R Bintang Jaya di Desa/Kecamatan Pakong, Pamekasan, berencana meningkatkan kualitas pupuk organik cair (POC) yang diproduksi dari pengelolaan sampah organik.

Upaya tersebut dilakukan melalui rencana pengujian laboratorium dengan melibatkan Universitas Trunojoyo Madura (UTM). Kerja sama tersebut saat ini masih bersifat komunikasi dan belum dituangkan dalam perjanjian tertulis.

Salah satu pengurus TPS3R Bintang Jaya, Akmmaluddin, mengatakan, komunikasi dengan pihak UTM muncul setelah adanya mahasiswa KKN yang menawarkan diri untuk membantu pengembangan POC dan kompos.

“Dengan UTM masih sebatas komunikasi secara lisan. Belum ada MoU tertulis. Kami berharap teman-teman dari UTM bisa membantu pengembangan kompos dan POC,” ungkapnya.

POC yang dikembangkan memanfaatkan bahan organik, termasuk air lindi dari proses pengomposan. Pengelola juga melakukan sejumlah uji coba dengan menggunakan IM4, tetes tebu atau molase, maronggi dan ampas kopi.

Penggunaan POC kemudian diuji coba pada sejumlah tanaman. Salah satu yang menjadi perhatian adalah tanaman tembakau.

Menurut Akmmaluddin, uji coba menunjukkan adanya perkembangan pada daun tembakau. Meski demikian, berdasarkan pengamatan sementara, POC dinilai memiliki potensi yang lebih baik untuk tanaman hortikultura.

“Untuk sementara yang paling cocok ke hortikultura, seperti tomat dan cabai,” ujarnya.

Pengelola berharap pengujian laboratorium dapat memberikan gambaran mengenai kandungan dan kualitas POC yang dihasilkan sehingga produk tersebut nantinya lebih aman dan tepat digunakan masyarakat.

Untuk saat ini, TPS3R Bintang Jaya memilih fokus pada dua produk, yakni POC dan kompos.

“Dengan dinas juga kami ingin konsisten dulu di pupuk cair. Kami menunggu hasil dan bantuan dari teman-teman UTM,” katanya.

Apabila pengembangan tersebut berhasil, pihaknya tidak menutup kemungkinan untuk mengembangkan produk lain berbasis pengolahan sampah.

Bahkan, pengelola tertarik mempelajari TPS3R yang telah mampu mengembangkan teknologi pengolahan sampah menjadi bahan bakar nabati, seperti yang telah diterapkan di kawasan Annuqayah.

Namun, rencana tersebut masih menjadi target jangka panjang.

“Kalau sudah mumpuni, kami ingin studi tiru ke TPS3R yang bisa membuat biosolar, seperti di Annuqayah,” pungkasnya. (ady)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x