
Foto: Guru besar UIN Madura, Prof Umi Supraptiningsih (dok/ist). PAMEKASAN, Detektifjatim.com – Guru besar UIN Madura, Prof Umi Supraptiningsih turut berkomentar atas kejadian dugaan pembunuhan ibu kepada anaknya, Senin (17/8/2026) lalu.
Atas kejadian ini, Prof Umi mengatakan, menjadi perhatian serius dan menjadi tugas bersama sembari menoleh ke belakang berkaitan keluarga yang belum selesai dalam persoalannya.
“Yang harus kita lakukan karena si pelaku mengalami depresi atau gangguan kejiwaan dan sebelumnya menjadi pasien di rumah sakit. Maka disini diperlukan adanya perhatian kita bersama terutama dari keluarga,” katanya, Kamis (20/8/2026).
Ketua Komisi Pemberdayaan Perempuan Remaja dan Keluarga MUI Pamekasan itu menuturkan, kalau mengetahui tetangga memiliki masalah harus menjadi atensi, sebab bukan persoalan yang tabu, tetapi persoalan yang harus diselesaikan bersama.
“Sehingga keluarga juga wajib menyampaikan kepada lingkungan, bahwa ini mengalami gangguan kejiwaan dan ada antisipasi serta tidak membiarkan ibu ini sendiri ditempat kurang aman dan berakibat orang lain menjadi korban,” tambahnya
Prof Umi menyampaikan, selain lingkungan terdekat, RT RW juga wajib tahu dan diberi tahu oleh keluarga atas kejiwaan dan permasalahan keluarga tersebut.
“Ini perhatian kita bersama, jadi jika ada data dari rumah sakit terhadap orang yang mengalami gangguan jiwa dan diketahui ini membahayakan rumah sakit wajib menyampaikan kepada Puskesmas sebab mereka punya relawan seperti posyandu untuk mengantisipasi dan mengetahui,” terangnya.
Koordinator Divisi Hukum di Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perlindungan Perempuan dan Anak DPPPA dan KB Kabupaten Pamekasan ini berharap, agar kejadian tersebut tidak berulang serta menjadi antisipasi bersama, termasuk dari pemerintah.
“Persoalan ini memang langka terjadi tetapi jangan sampai kejadian ini berulang jadi wajib kita antisipasi antara keluarga, masyarakat dan pemerintah,” tukasnya. (azm/ady).

Tidak ada komentar