
Foto: Pendopo Kabupaten Sampang (dok/ist). SAMPANG, detektifjatim.com — Sistem keamanan di lingkungan Pendopo Kabupaten Sampang menuai kritik tajam. Uang tunai senilai jutaan rupiah milik seorang panitia acara dilaporkan raib digondol maling pada Minggu (17/5/2026). Ironisnya, aksi pencurian tersebut terjadi di ruang peringgitan dalam atau area VVIP, sebuah zona steril yang memiliki akses terbatas.
Peristiwa ini menimpa NS (24), warga Kecamatan Pangarengan, yang saat itu bertugas sebagai panitia dalam acara Gebyar Pendidikan yang diselenggarakan oleh Cendekiawan Muda Sampang (CMS).
Korban menjelaskan bahwa insiden bermula saat dirinya menyimpan tas pribadi di ruang VVIP sebelum acara dimulai. Karena padatnya rangkaian acara, seluruh panitia fokus pada jalannya kegiatan sehingga tidak ada petugas khusus yang berjaga di dalam ruangan tersebut. Korban baru menyadari uangnya hilang setelah memeriksa tas sesampainya di rumah.
“Saya sangat yakin bahwa pelaku pencurian tersebut bukan orang luar, tamu undangan, atau peserta acara. Ruang peringgitan dalam itu adalah area khusus yang hanya bisa dimasuki oleh pihak pendopo dan panitia,” ujar NS saat memberikan keterangan kepada media, Sabtu (23/5/2026).
Kasus ini memicu kecurigaan adanya keterlibatan pihak internal Pendopo Sampang. Kecurigaan korban diperkuat oleh sikap para petugas jaga yang dinilai tidak kooperatif dan memberikan informasi yang berubah-ubah saat dimintai keterangan terkait rekaman Closed Circuit Television (CCTV).
“Saat saya datangi tempat kejadian, petugas Pendopo pertama mengatakan bahwa CCTV di ruang khusus tersebut rusak atau tidak berfungsi. Namun, petugas lain justru bilang CCTV berfungsi, hanya saja mereka tidak punya akses untuk melihatnya. Jawabannya saling menutupi dan sangat mencurigakan,” ungkap NS dengan nada kecewa.
NS juga menyayangkan lambatnya respons dari otoritas terkait yang terkesan mempersulit proses pengusutan kasus ini di lingkup institusi pemerintahan.
Menanggapi insiden tersebut, Kepala Bagian (Kabag) Umum sekaligus Penanggung Jawab Pendopo Bupati Sampang, Revelino Dias Steny, angkat bicara. Otoritas setempat mengaku belum bisa turun tangan secara langsung untuk mengusut tuntas kasus ini karena sedang dinas di luar kota.
“Saat ini saya masih ada di Jakarta selama satu minggu,” ujar Revelino saat dikonfirmasi via telepon.
Kendati demikian, pihaknya mengarahkan korban untuk mendatangi Dinas Perhubungan (Dishub) Sampang guna mengecek kemungkinan adanya rekaman cadangan.
“Kami berharap di sana ada akses rekaman CCTV. Walaupun tidak terkoneksi secara penuh, setidaknya ada petugas di sana yang bisa membantu mengaksesnya,” tambah Revelino. (van/ady)
No Comments