x

Rakornas Kementan 2026: Mentan Amran Tekan Gas Swasembada, Haji Idi Pastikan Sampang Siap Pasok Lumbung Pangan Nasional

2 minutes reading
Tuesday, 21 Apr 2026 10:28 135 detektif_jatim

JAKARTA, detektifjatim.com – Kementerian Pertanian (Kementan) RI menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) bersama kepala daerah seluruh Indonesia di Kantor Pusat Kementan, Jakarta Selatan, Senin (20/04/2026). Pertemuan ini menjadi momentum krusial untuk mensinkronkan langkah pusat dan daerah dalam mengejar target swasembada pangan berkelanjutan.

Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, dalam arahannya menegaskan bahwa sinergi lintas sektor adalah “harga mati” untuk menghadapi krisis pangan global. Ia meminta pemerintah daerah tidak main-main dalam memantau produktivitas lahan dan memastikan birokrasi tidak menjadi penghambat distribusi hasil tani.

“Pemerintah daerah memiliki peran kunci dalam mengoptimalkan potensi lahan. Sinergi pusat dan daerah menjadi fondasi utama menuju swasembada pangan berkelanjutan,” ujar Mentan Amran di hadapan para Bupati dan Wali Kota.

Amran menambahkan, swasembada bukan sekadar ambisi di atas kertas, melainkan kebutuhan strategis demi kedaulatan bangsa. Kementan berjanji akan mendukung penuh daerah melalui bantuan teknologi dan perbaikan irigasi, asalkan daerah mampu menjamin lahan pertanian tidak terlantar.

Menanggapi instruksi tersebut, Bupati Sampang, H. Slamet Junaidi, yang hadir langsung dalam Rakornas tersebut, menyatakan komitmen tegak lurus dengan kebijakan pusat. Pria yang akrab disapa Haji Idi ini optimis Kabupaten Sampang mampu memberikan kontribusi nyata bagi lumbung pangan nasional.

“Kami siap menjalankan arahan Menteri Pertanian. Kabupaten Sampang akan memperkuat sektor irigasi, meningkatkan kualitas lahan, hingga pemberdayaan petani di akar rumput,” tegas Haji Idi.

Menurutnya, Kabupaten Sampang memiliki potensi besar yang akan terus digenjot agar produktivitas lokal meningkat signifikan. Langkah ini, lanjut Haji Idi, bukan hanya soal angka produksi, tapi juga soal kesejahteraan petani di wilayahnya.

Sebagai tindak lanjut dari pertemuan besar tersebut, Rakornas kali ini merumuskan sejumlah poin krusial yang akan segera diimplementasikan di lapangan. Fokus utama terletak pada pembaruan data lahan pertanian secara berkala guna menjamin akurasi distribusi bantuan, yang dibarengi dengan perombakan skema penyaluran pupuk bersubsidi agar lebih transparan dan tepat sasaran di tingkat petani.

Selain itu, pemerintah juga menyepakati percepatan pembangunan infrastruktur sarana irigasi pada wilayah-wilayah potensial sebagai langkah nyata dalam memacu produktivitas nasional.

Melalui koordinasi yang semakin solid ini, target swasembada pangan berkelanjutan tahun 2026 diharapkan bukan lagi sekadar wacana melainkan realitas yang mampu memperkokoh ketahanan nasional sekaligus mengangkat derajat kesejahteraan petani di seluruh pelosok negeri. (Van)

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

LAINNYA
x