BANGKALAN, detektifjatim.com – Haul Akbar Syaichona Kholil Bangkalan ke-101 tahun digelar dengan rangkaian kegiatan keagamaan, sosial, dan edukatif sebagai bentuk penghormatan terhadap warisan perjuangan serta keilmuan ulama besar asal Madura tersebut.
Panitia Pelaksana Haul Akbar Syaichona Kholil Bangkalan ke-101, KH Hasbullah menyampaikan, kegiatan haul tahun ini tidak hanya berisi doa dan tahlil, tetapi juga menghadirkan sejumlah agenda yang melibatkan masyarakat secara lebih luas.
“Rangkaian kegiatan ini meliputi bakti sosial. Di dalam baksos itu ada pemeriksaan kesehatan dan juga donor darah,” ujarnya.
Selain kegiatan sosial, panitia juga menghadirkan pameran karya Al-Qur’an tulisan tangan serta tafsir Al-Qur’an tulisan tangan karya Syekh Hanafi. Menurut KH Hasbullah, pameran tersebut menjadi bagian penting dalam memperkenalkan warisan keilmuan ulama kepada masyarakat.
“Di situ juga ada pameran karya Al-Qur’an yang ditulis langsung dengan tangan oleh Syaichona Kholil. Ada juga tafsir Al-Qur’an tulisan tangan beliau,” katanya.
Ia menjelaskan, manuskrip tersebut tidak sekadar dipamerkan, tetapi juga dibahas dalam sebuah forum atau halaqah. Dalam karya tafsir itu, lanjut dia, terdapat pesan dari penulis agar karya tersebut diperhatikan dan dikaji oleh para tokoh yang peduli terhadap Al-Qur’an.
“Dalam tafsir itu beliau menjelaskan bahwa karya tulis ini agar dihadirkan kepada para tokoh atau orang-orang yang peduli terhadap Al-Qur’an untuk mengoreksi dan menelaah karya tulis beliau,” jelasnya.
Puncak kegiatan haul digelar sejak waktu Magrib dengan diawali pembacaan manaqib Syaichona Kholil, dilanjutkan dengan tahlil bersama, kemudian ditutup dengan kalam ilmiah.
“Puncaknya dimulai sejak Magrib dengan pembacaan manaqib Syaichona Kholil, lalu rangkaian tahlil, dan diakhiri dengan kalam ilmiah,” ungkapnya.
KH Hasbullah menambahkan, ke depan pelaksanaan haul akan tetap mempertahankan tradisi tahlil dan doa bersama, namun dikemas lebih menarik dengan menghadirkan kajian serta pameran karya-karya ulama agar lebih dekat dengan masyarakat, khususnya generasi muda.
“Secara umum mungkin tahlil akan tetap seperti biasanya. Cuma ke depan akan dibuat lebih menarik, seperti tahun kemarin saat satu abad haul beliau. Ada kajian dan juga persembahan karya-karya beliau yang selama ini mungkin belum banyak diketahui masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, pengenalan karya-karya ulama kepada publik menjadi bagian penting dalam menjaga kesinambungan sanad keilmuan dan memperkuat hubungan masyarakat dengan warisan intelektual Islam.
“Karya-karya beliau itu harus dipersembahkan kepada khalayak umum, supaya masyarakat tahu dan kita bisa nyambung secara keilmuan dengan beliau,” tandasnya. (San)
Dibaca : 1,010
No Comments