x

56 Ton Beras Bantuan Pangan Ditolak Desa di Bangkalan, Bulog Janji Akan Ganti

waktu baca 2 menit
Sabtu, 6 Jun 2026 16:11 51 detektif_jatim

BANGKALAN, detektifjatim.com Sebanyak 56 ton beras bantuan pangan yang disalurkan ke puluhan desa di Kecamatan Tanah Merah, Kabupaten Bangkalan, ditolak dan dikembalikan kepada Perum Bulog. Penolakan dilakukan karena kualitas beras dinilai tidak layak untuk dibagikan kepada masyarakat.

Menanggapi penolakan tersebut, Pimpinan Cabang Bulog Madura, Rofi’i, memastikan seluruh beras yang dikembalikan akan diganti.

Menurutnya, Bulog telah menerima laporan dari sejumlah kepala desa dan siap melakukan penggantian apabila kualitas beras dianggap kurang sesuai.

“Kalau memang kualitasnya kurang diterima, beras itu bisa dikembalikan dan akan kami ganti. Memang ada mekanisme penggantian,” kata Rofi’i, Sabtu (06/06/2026).

Ia menjelaskan, Bulog telah berkoordinasi dengan para kepala desa di Kecamatan Tanah Merah. Dalam waktu dekat, pihaknya berencana mendatangi wilayah tersebut untuk menunjukkan kualitas beras pengganti sebelum kembali didistribusikan.

“Kami sudah berkoordinasi dengan para kepala desa. Rencananya besok atau lusa kami ke sana untuk menunjukkan kualitas beras yang akan disalurkan supaya mereka bisa melihat langsung kondisinya,” ujarnya.

Rofi’i mengungkapkan total beras yang dikembalikan mencapai sekitar 56 ton. Jumlah tersebut berasal dari penyaluran bantuan pangan di Kecamatan Tanah Merah yang dilakukan secara serentak.

Menurut dia, setelah muncul penolakan dari beberapa desa, desa-desa lain turut mengembalikan beras yang sudah diterima sambil menunggu kejelasan dari Bulog.

Meski mendapat penolakan, Bulog menegaskan beras tersebut tidak rusak maupun berbau. Hasil pemeriksaan internal menunjukkan beras masih memenuhi standar kualitas yang ditetapkan.

“Secara fisik berasnya bersih, tidak berbau, dan tidak ada masalah. Hanya memang warnanya dinilai kurang putih,” jelas Rofi’i.

Ia menambahkan, warna beras yang cenderung kusam disebabkan tingkat derajat sosoh yang tidak mencapai 100 persen. Namun demikian, kualitasnya disebut masih berada di atas batas minimal standar dan tetap aman untuk dikonsumsi.

“Kalau soal warna memang tidak seputih yang diharapkan.
Tetapi secara standar masih memenuhi ketentuan yang berlaku dan tetap layak dikonsumsi,” katanya

Sebelumnya, puluhan desa di Kecamatan Tanah Merah menolak beras bantuan pangan yang dikirim Bulog karena dianggap tidak layak dikonsumsi. Sedikitnya 23 desa dilaporkan mengembalikan beras yang telah diterima.

Kepala Desa Pangeleyan, Zaiqulhak Alfarisi, mengatakan kondisi beras yang diterima sangat memprihatinkan. Karena dinilai tidak layak dibagikan kepada warga, beras tersebut langsung dikembalikan kepada pihak penyalur.

“Berasnya seperti pakan ternak. Tidak layak konsumsi,” ujar Alfarisi.

Menurutnya, warna beras tampak kuning kecokelatan dan berbeda dari beras bantuan yang biasa diterima masyarakat. Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran apabila tetap disalurkan kepada warga penerima manfaat.

“Warnanya kuning kecokelatan. Kasihan warga kalau menerima beras seperti itu,” katanya. (san/ady)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x