x

Penyegelan SMK Kesehatan Nusantara Pamekasan Terkuak, Tanah Diduga Dijual ke Pengusaha Rokok Ilegal

2 minutes reading
Monday, 18 May 2026 10:41 65 detektif_jatim

PAMEKASAN, Detektifjatim.com – Pengusaha rokok ilegal berinisial HL diduga membeli lahan SMK Kesehatan Nusantara Pamekasan.

Kepala SMK Kesehatan Nusantara, Ahmad Mahfud mengatakan, sebelum penyegelan, HL datang dan mengatakan sudah membeli tanah tersebut.

“Sebelum disegel, ada pengusaha rokok atas nama HL datang ke sini. Dia mengaku sudah membeli tanah sekolah,” katanya, Senin (18/5/2026).

Mahfud menyampaikan, saat didatangi, ia berusaha menanyakan sertifikat tanah yang dibelinya. Namun, HL tidak menunjukkan dan mengaku sebagian sudah dibayar.

“Didekat sekolah HL memang memiliki gudang tempat meracik tembakau dan saus. Saya pernah dikasih produk rokoknya yang tanpa pita atau ilegal,” tambahnya.

Mahfud mengaku, penyegelan dilakukan akibat tanah sudah dijual oleh Arofatin Nisa’. Padahal tanah sudah dihibahkan ke Yayasan Kunci Ilmu dan akhirnya dibangun sejak tahun 2010.

“Kami meyakini tanah dibeli dengan harga tinggi, karena pengusaha ini mau menguasai lahan. Sehingga Arofatin berani menyegel lahan sekolah tanpa dasar hukum yang jelas. Kami sudah melapor ke polisi soal penyegelan ini,” tegasnya.

Pihaknya menilai tanah hibah dijual sepihak. Sehingga merugikan pihak sekolah dan puluhan siswa karena pintu digembok dan dipasang banner.

“Sekolah ini sudah beroperasi sejak 2010. Tapi sertifikat yang awalnya atas nama H. Tohir diganti atas nama Arofatin Nisa’ pada tahun 2014, itupun di luar sepengetahuan kami,” paparnya.

Sementara Arofatin Nisa’ saat dikonfirmasi membenarkan jika lahan sekolah seluas setengah hektar sudah dijual. Pihaknya mengklaim menjual haknya sebagai pemilik tanah.

“Tanah ini sudah terjual. Makanya sejak setahun lalu kami sudah meminta dikosongkan, karena memang hak saya. Kalau soal harga biar saya sendiri yang mengetahuinya,” ucapnya.

Arofatin Nisa’ menyampaikan sejak awal sertifikat tanah sudah atas nama dirinya. Bahkan dikatakan, Yayasan Kunci Ilmu adalah lembaga milik keluarga.

“Dulu yayasan ini yayasan keluarga. Tapi sekarang justru pihak yayasan yang tidak mau mengosongkan lahan sekolah,” imbuhnya.

Diberitakan sebelumnya, sejak penyegelan dilakukan mulai, Senin (11/5/2026) malam, 90 siswa tidak bisa masuk ke ruang kelas, bahkan ada 4 siswi yang diusir. (azm/ady).

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

LAINNYA
x