x

Pasar Hewan Mati Suri, Dagangan Sepi, Pimpinan DPRD Bangkalan dan Empat Komisi Sidak Pasar Dupok

2 minutes reading
Tuesday, 29 Oct 2024 08:05 0 46 detektif_jatim

BANGKALAN, detektifjatim.com – Pimpinan dan semua Komisi di DPRD Kabupaten Bangkalan melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke pasar tradisional Desa Dupok, Kecamatan Kokop, Selasa (29/10/2024).

Sidak pasar tersebut menindaklanjuti keluhan sejumlah masyarakat khususnya pedagang pasar Dupok terkait pengunjung pasar yang kian sepi. Terutama pasar hewan yang sudah hampir satu tahun tidak beroperasi.

Ketua DPRD Bangkalan, Dedy Yusuf mengungkapkan, hasil peninjauannya, ada beberapa faktor yang menyebabkan pasar Dupok semakin sepi, salah satunya kemacetan yang terjadi setiap hari pasaran.

Sementara terkait penyebab vakumnya pasar hewan menurutnya imbas dari adanya penyakit mulut dan kaki (PMK) yang sempat melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Bangkalan. Hal itu mengakibatkan, hewan milik warga banyak yang sakit dan mati, sehingga stok hewan yang dijual semakin sedikit.


“Pasar yang besar dan ramai seperti Pasar Dupok memang memerlukan perhatian khusus. Salah satu upaya untuk menghidupkan kembali Pasar Dupok adalah dengan mengatasi kemacetan lalu lintas di sekitarnya. Kemacetan ini seringkali menghambat masyarakat, terutama mereka yang membutuhkan akses cepat ke rumah sakit,” ujarnya.

Untuk mengatasi kemacetan tersebut, Dedy mengatakan, akan memberlakukan jalan satu arah di pasar Dupok dengan menggunakan jalan alternatif di sebelah timur pasar.

“Ada jalan alternatif di sebelah timur pasar yang bisa digunakan. Pengendara dari arah selatan akan diarahkan melalui jalur yang sudah disediakan, sementara pengendara dari utara akan menggunakan jalan kabupaten yang ada di pasar. Kami yakin ini akan membantu mengurai kemacetan,” katanya.

Selain itu, Dedy mengaku sudah mendiskusikan dengan pihak terkait untuk merelokasi pedagang yang berjualan di bahu jalan pasar Dupok, terutama pedagang yang menggunakan mobil.

“Kami sepakat bahwa para pedagang yang menggunakan mobil akan ditertibkan, kami juga akan berkoordinasi dengan tokoh masyarakat dan pemerintah desa di Dupok untuk mencari solusi mengenai lahan parkir, yang saat ini memang sangat terbatas,” jelasnya.

Dedy menambahkan, kesepakatan lain dalam diskusi tersebut adalah mengembangkan pasar hewan yang saat ini vakum. Pedagang kaki lima akan dipindahkan untuk mengurangi kemacetan. Jika pasar hewan tetap tidak aktif, maka pasar hewan itu akan dijadikan pasar palawija.

“Kami berkomitmen untuk mengurai kemacetan tidak hanya di pasar Dupok, tetapi juga di pasar-pasar lain di Kabupaten Bangkalan,” tambahnya.

Senada dengan Ketua DPRD Bangkalan, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Bangkalan, Achmad Siddiq mengatakan, berdasarkan hasil kesepakatan bersama pihak terkait, akan dilakukan sejumlah kebijakan di pasar Dupok.

“Salah satunya penertiban pedagang di depan pasar dan pengalihan pasar hewan menjadi pasar palawija,” ucapnya. (san/ady)

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

LAINNYA
x