(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
x

Menjaga dan Melestarikan Tradisi Madura Menjelang Hari Raya Idul Fitri

5 minutes reading
Friday, 21 Apr 2023 09:39 0 180 detektif_jatim

DETEKTIF Jatim – Bulan suci Ramadhan 1444 H tahun ini jatuh pada tanggal 22 April 2023 tepatnya hari sabtu. Tidak terasa kita bisa melewatinya dengan penuh suka cita, pasti dengan penuh semangat dan ikhlas dalam menjalankan ibadah puasa selama 30 hari.

Idul fitri adalah momentum untuk menguatkan niat serta memburu pahala untuk menggapai ridha ilahi, karena dengan niat dapat menghantarkan diri kita menuju iman dan takwa.

Idul Fitri atau yang juga dikenal dengan nama Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran merupakan hari raya yang dirayakan oleh umat Muslim di seluruh dunia sebagai penutup dari ibadah puasa Ramadhan. Idul Fitri jatuh pada tanggal 1 Syawal dalam kalender Hijriyah, yang ditandai dengan melihat hilal setelah terbenam matahari pada malam sebelumnya.

Idul Fitri memiliki makna yang sangat penting bagi umat Muslim. Selain menjadi hari raya yang merayakan keberhasilan menjalankan ibadah puasa selama sebulan penuh, Idul Fitri juga menjadi momentum untuk mempererat hubungan sesama Muslim dengan saling meminta maaf dan memaafkan.

Pada Hari Raya Idul Fitri, umat Muslim biasanya mengenakan pakaian yang baru atau terbaik, dan pergi ke masjid untuk melaksanakan shalat Idul Fitri. Setelah shalat, biasanya umat Muslim saling mengucapkan takbir dan bersilaturahim dengan keluarga, tetangga, dan teman-teman.

Di Indonesia, kebiasaan-kebiasaan unik juga diadakan pada Idul Fitri seperti mudik, yaitu perjalanan pulang ke kampung halaman untuk bersilaturahim dengan keluarga dan kerabat, serta berbagai makanan khas Idul Fitri seperti ketupat, opor ayam, dan lain-lain.

Pentingnya Silaturrahim di Hari Raya Idul Fitri

Silaturrahim memiliki sifat penting yang sangat besar pada Hari Raya Idul Fitri, karena di hari yang suci ini, umat Muslim di seluruh dunia berkumpul bersama-sama dengan keluarga dan teman-teman untuk merayakan keberhasilan menyelesaikan ibadah puasa selama sebulan penuh.

Melalui silaturrahim, kita bisa saling mengunjungi, bertukar informasi, saling memberikan nasihat dan dukungan, serta saling memaafkan. Dalam suasana Idul Fitri yang penuh kebahagiaan ini, silaturrahim dapat memberikan kekuatan spiritual dan menjalin rasa persaudaraan yang lebih erat di antara sesama umat Muslim.

Selain itu, silaturrahim juga dapat mempererat hubungan keluarga dan teman-teman. Di hari yang suci ini, umat Muslim biasanya berkumpul bersama-sama untuk merayakan Idul Fitri dan saling mengunjungi satu sama lain, terutama keluarga yang mungkin sudah lama tidak bertemu. Dalam suasana yang penuh kebahagiaan ini, silaturrahim menjadi penting untuk menjaga keharmonisan dan keakraban di antara keluarga dan teman-teman.

Hadist Tentang Pentingnya Silaturrahim

Berikut adalah beberapa hadis tentang pentingnya silaturrahim:

Dari Abu Hurairah ra., Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang ingin dilapangkan rizkinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung tali silaturrahim.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Dari Anas bin Malik ra., Rasulullah SAW bersabda, “Tidak masuk surga orang yang tidak menyambung silaturrahim.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Dari Abu Ayyub Al-Anshari ra., Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah seseorang mencapai kesempurnaan iman, sehingga ia mencintai untuk saudaranya apa yang ia cintai untuk dirinya sendiri.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Dari Abu Musa Al-Asy’ari ra., Rasulullah SAW bersabda, “Orang yang paling dicintai Allah SWT adalah orang yang paling bermanfaat bagi manusia. Dan orang yang paling dicintai oleh manusia adalah orang yang paling banyak memberikan manfaat.” (HR. Al-Tirmidzi)

Dari hadis-hadis tersebut, dapat dilihat betapa pentingnya sikaturrahim dalam Islam. Bahkan Rasulullah SAW sendiri memerintahkan umatnya untuk selalu menyambung tali silaturrahim, karena hal ini dapat melapangkan rizki dan memanjangkan umur seseorang. Selain itu, Rasulullah SAW juga menegaskan bahwa orang yang tidak menyambung silaturrahim tidak akan masuk surga.

Selain itu, hadis yang keempat juga menekankan pentingnya memberikan manfaat bagi orang lain. Dalam Islam, memberikan manfaat bagi orang lain dapat dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya adalah melalui sikaturrahim. Dengan menyambung tali silaturrahim, kita dapat saling membantu dan memberikan manfaat bagi orang lain, sehingga kita bisa menjadi orang yang paling dicintai oleh Allah SWT dan manusia.

Tradisi Silaturrahim di Madura

Tradisi saling memaafkan di Madura pada hari raya Idul Fitri merupakan suatu praktik yang sangat baik dan penting untuk dilakukan oleh umat Muslim. Praktik saling memaafkan ini merupakan sebuah bentuk pengampunan dan pembersihan hati antara satu sama lain, setelah menjalankan ibadah puasa selama satu bulan penuh

Menurut saya, tradisi ini juga sangat relevan dan dapat diadopsi oleh seluruh umat Muslim di seluruh dunia. Kita semua tahu bahwa manusia tidak luput dari kesalahan, baik itu kesalahan yang besar maupun kecil. Namun, dengan adanya tradisi saling memaafkan pada hari raya Idul Fitri, kita dapat mempererat hubungan sesama Muslim dan menghindari konflik yang tidak perlu.

Selain itu, tradisi saling memaafkan juga dapat membantu kita untuk lebih memahami arti dari sebuah pengampunan dan toleransi. Dalam kehidupan sehari-hari, seringkali kita merasa kesal dan marah terhadap orang lain karena berbagai alasan, baik itu karena perbedaan pandangan, kesalahpahaman, atau hal-hal lainnya. Namun, dengan saling memaafkan, kita dapat menumbuhkan rasa toleransi dan menghargai perbedaan antara satu sama lain.

Dalam Islam, pengampunan dan toleransi adalah dua nilai penting yang sangat ditekankan. Nabi Muhammad SAW sendiri juga sangat menekankan pentingnya untuk memaafkan dan mempererat hubungan sesama Muslim. Oleh karena itu, melalui tradisi saling memaafkan di Madura pada hari raya Idul Fitri, kita dapat menghormati nilai-nilai tersebut dan mengajarkan pada generasi muda tentang pentingnya toleransi dan pengampunan dalam kehidupan bermasyarakat.

Secara keseluruhan, tradisi saling memaafkan di Madura pada hari raya Idul Fitri merupakan sebuah praktik yang sangat baik dan relevan dalam kehidupan umat Muslim di seluruh dunia. Kita semua perlu menghargai dan mengimplementasikan nilai-nilai pengampunan dan toleransi dalam kehidupan sehari-hari, agar kita dapat hidup dalam harmoni dan kedamaian bersama-sama. (*)

*Penulis : Taufik Hidayat (Ketua LSO PC PMII Pamekasan 2022-2023)

Baca Juga : Besok Muhammadiyah Pamekasan Shalat Idul Fitri di Bakorwil

Ancam Lingkungan, Pemuda Brakacu Bagikan Ribuan Bibit

RSUD Smart Pamekasan Tutup Layanan Selama Lebaran

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

LAINNYA
x