x

Isu Pelaporan, Alumni-Simpatisan Ponpes Karang Durin Sampang Geruduk PC Muhammadiyah

waktu baca 2 menit
Senin, 27 Jul 2026 19:55 80 detektif_jatim

SAMPANG, Detektifjatim.com – Ratusan massa aksi yang terdiri dari alumni dan simpatisan Pondok Pesantren (Ponpes) Karang Durin Sampang mendatangi Kantor Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Karang Penang, Senin (27/7/2026) pagi.

Kedatangan massa tersebut dipicu oleh kegelisahan warga dan alumni terkait beredarnya informasi mengenai wacana pelaporan hukum terhadap pengasuh Ponpes Karang Durin, KH. Ahmad Fauzan Zaini, oleh pihak Muhammadiyah atas video ceramah yang sempat viral.

Kapolres Sampang melalui Kasi Humas Polres Sampang AKP Eko Puji Waluyo mengatakan, jajaran Polsek Karang Penang bersama unsur Forkopimcam bergerak cepat meloloskan upaya pencegahan dan mediasi.

Kata AKP Eko, kedua belah pihak menyepakati dialog terbatas yang digelar di dalam sekretariat PCM Karang Penang pada pukul 08.04 WIB.

“Mediasi tersebut dihadiri oleh Kasat Intelkam Polres Sampang AKP Agung Prasetyo, Kapolsek Karang Penang Iptu Iwan Suhadi, Camat Karang Penang Yasiid Bustomi, Ketua PCM Karang Penang, Ketua MWC NU Karang Penang, anggota DPRD Kabupaten Sampang, serta tokoh masyarakat setempat dan perwakilan Ponpes Karang Durin,” katanya.

Sambung AKP Eko, dalam forum klarifikasi, perwakilan massa menegaskan bahwa aksi ini merupakan tindakan spontanitas dan bentuk solidaritas masyarakat yang merasa terusik atas keresahan sang kiai terkait isu pelaporan tersebut.

Menurutnya, menjawab kekhawatiran massa, Ketua PCM Karang Penang membantah keras isu tersebut dan memastikannya sebagai informasi hoax serta fitnah. Pihaknya menegaskan bahwa tidak pernah ada wacana maupun niat dari tingkat PCM hingga Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah untuk melaporkan KH. Ahmad Fauzan Zaini ke pihak berwajib.

“Kami tegaskan, Muhammadiyah tidak ada kata lapor-melapor kepada pihak siapapun. Kami sudah kroscek ke PD Muhammadiyah Sampang dan memastikannya. Saya menjamin hal ini, dan kami menyampaikan permohonan maaf apabila terjadi kegaduhan,” ujar Ketua PCM Karang Penang disampaikan Kasihumas.

Keterangan AKP Eko, sekira pukul 08.41 WIB, usai proses mediasi selesai, tokoh masyarakat membacakan surat pernyataan resmi ber-materai menggunakan pengeras suara di hadapan massa aksi.

Surat tersebut menegaskan bahwa Muhammadiyah dari tingkat cabang hingga pusat tidak pernah dan tidak akan melaporkan Pengasuh Ponpes Karang Durin serta tidak akan menyinggung pribadi beliau di kemudian hari.

“Guna menjaga keterbukaan dan mengantisipasi narasi provokatif di media sosial, kedua belah pihak mendokumentasikan jalannya mediasi secara transparan. Setelah pembacaan surat pernyataan dan penyampaian permohonan maaf resmi dari pihak PCM,” tukasnya. (azm/ady).

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x