x

Puluhan Desa Tolak Beras Bantuan, Pemkab Bangkalan Tunggu Bulog Kirim Pengganti

waktu baca 2 menit
Sabtu, 6 Jun 2026 12:13 37 detektif_jatim

BANGKALAN, detektifjatim.com Penyaluran bantuan pangan di Kabupaten Bangkalan menuai polemik setelah puluhan desa di Kecamatan Tanah Merah menolak beras yang dikirim untuk warga penerima manfaat.

Beras bantuan tersebut dinilai tidak layak konsumsi karena berwarna kusam, menguning, dan mengeluarkan bau tidak sedap.

Penolakan dilakukan sejumlah pemerintah desa lantaran khawatir kualitas beras yang diterima masyarakat tidak memenuhi standar. Beras yang seharusnya membantu kebutuhan pangan warga kurang mampu itu justru dikeluhkan sejak tiba di desa-desa penerima.

Kepala Desa Pangeleyan, Zaiqulhak Alfarisi, mengatakan kondisi beras yang diterima sangat memprihatinkan. Karena dinilai tidak layak dibagikan kepada warga, beras tersebut langsung dikembalikan kepada pihak penyalur.

“Berasnya seperti pakan ternak. Tidak layak konsumsi,” ujar Alfarisi, Sabtu (6/6/2026).

Menurutnya, persoalan kualitas beras bantuan tidak hanya terjadi di desanya. Sedikitnya 23 desa di Kecamatan Tanah Merah mengalami hal serupa dan memilih menolak bantuan tersebut.

Ia menyebut warna beras tampak kuning kecokelatan dan berbeda dari beras bantuan yang biasa diterima masyarakat. Kondisi itu memunculkan kekhawatiran apabila tetap disalurkan kepada warga.

“Warnanya kuning kecokelatan. Kasihan warga kalau menerima beras seperti itu,” katanya.

Menanggapi temuan tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian, Perikanan, dan Ketahanan Pangan (DP2KP) Bangkalan, CHK Karyadinata, memastikan beras yang dipersoalkan tidak akan dibagikan kepada masyarakat dan akan diganti oleh Bulog.

Pemerintah daerah, kata dia, telah berkoordinasi dengan Bulog untuk mempercepat proses penggantian. Saat ini distribusi beras pengganti masih menunggu ketersediaan stok.

“Koordinasi sudah dilakukan dengan Bulog dan saat ini masih menunggu stok baru datang untuk dilakukan penggantian,” ujarnya.

Karyadinata mengakui kualitas beras yang diterima warga tidak sama dengan sampel yang sebelumnya diperiksa pemerintah daerah. Saat proses pemeriksaan sampel dilakukan, kondisi beras dinyatakan baik dan memenuhi standar.

“Ya karena sampling, jadi bagus,” katanya.

DP2KP Bangkalan berjanji akan meningkatkan pengawasan terhadap distribusi bantuan pangan agar kualitas beras yang diterima masyarakat sesuai standar dan tidak kembali menimbulkan keluhan.

Hingga Sabtu siang, pihak Bulog Madura belum memberikan penjelasan resmi terkait penyebab beras bantuan yang dikirim ke puluhan desa tersebut memiliki kualitas yang dikeluhkan masyarakat. (San)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x