x

Diduga Keracunan MBG, Puluhan Siswa di Bangkalan Dilarikan ke Puskesmas

waktu baca 2 menit
Kamis, 4 Jun 2026 21:47 30 detektif_jatim

BANGKALAN, detektifjatim.com Puluhan siswa SMAN 1 Kokop, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, dilarikan ke puskesmas setelah diduga mengalami keracunan usai mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG), Kamis (4/6/2026).

Sedikitnya 21 siswa dilaporkan menjalani perawatan medis setelah mengeluhkan gangguan kesehatan beberapa saat usai menyantap makanan yang dibagikan melalui program MBG di sekolah mereka.

Tokoh masyarakat Bangkalan, Mathur Husyairi, mengatakan para siswa yang dirawat berasal dari satu sekolah, yakni SMAN 1 Kokop.

“Puluhan siswa itu dari satu sekolah,” kata Mathur.

Sebelum mengalami keluhan, para siswa diketahui menerima paket makanan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bangkalan Kokop Dupok 1 yang dikelola Yayasan Langkah Bersama Kita (LBK).

Menu yang dibagikan pada hari itu terdiri dari nasi, sate ayam, tempe goreng, acar timun dan wortel, serta buah semangka.

Mendapat laporan adanya dugaan keracunan, Dinas Kesehatan Kabupaten Bangkalan langsung menerjunkan petugas ke lokasi untuk melakukan penyelidikan awal. Salah satu langkah yang dilakukan adalah mengambil sampel makanan yang dikonsumsi para siswa.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Bangkalan, dr Wiwid Mayasari, membenarkan pengambilan sampel tersebut.

“Iya betul, sampel makanan diambil dan akan dikirim ke Surabaya untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium,” ujarnya.

Pemeriksaan laboratorium dilakukan untuk memastikan penyebab pasti para siswa mengalami keluhan kesehatan serta mengetahui apakah terdapat kontaminasi pada makanan yang disajikan.

Sementara itu, Kepala SPPG Kokop Dupok, Dhimas Bagus, belum memberikan tanggapan saat dihubungi terkait insiden tersebut.

Diketahui, dapur MBG Kokop Dupok 1 setiap harinya mendistribusikan makanan kepada sekitar 3.723 penerima manfaat di wilayah tersebut.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi mengenai hasil pemeriksaan medis para siswa maupun penyebab pasti dugaan keracunan tersebut. (San)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x